Mendag sebut RI-Bangladesh tegaskan komitmen penyelesaian IB-PTA

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebut bahwa Indonesia dan Bangladesh menegaskan komitmennya dalam penyelesaian perundingan persetujuan dagang preferensial Indonesia- Bangladesh atau Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement (IB-PTA).

Hal itu disampaikan Mendag saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Kalam Abdul Momen di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

"Saya memastikan komitmen Indonesia untuk menyelesaikan perundingan IB-PTA yang telah diamanatkan oleh pemimpin kedua negara. Harus dipastikan agar IB-PTA berimbang dan menguntungkan kedua pihak," kata Mendag lewat keterangannya di Jakarta, Selasa.

Mendag berharap kedua pihak dapat melanjutkan kembali proses perundingan sehingga pemangku kepentingan dapat segera menerima manfaat IB-PTA.

Pada pertemuan itu, kedua Menteri menegaskan komitmennya dalam penyelesaian perundingan persetujuan dagang preferensial Indonesia- Bangladesh (Indonesia-Bangladesh preferential trade agreement/IB-PTA).

Mendag Zulkifli Hasan menambahkan, pihaknya telah menerima undangan untuk melakukan kunjungan ke Bangladesh. Kunjungan tersebut untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

"Indonesia dan Bangladesh merupakan mitra strategis dalam berbagai forum kerja sama ekonomi dan perdagangan. Diharapkan kunjungan dimaksud dapat meningkatkan hubungan yang selama ini telah terjalin erat dan meningkatkan hubungan dagang kedua negara," ujar Mendag.

Zulkifli juga menyambut baik peningkatan signifikan perdagangan bilateral sebesar 72,1 persen pada 2021 baik dari segi ekspor maupun impor. Bangladesh juga menawarkan kerja sama perdagangan di bidang farmasi dan teknologi informasi.

Pada 2021, Bangladesh merupakan negara tujuan ekspor ke-15 bagi Indonesia. Sementara Indonesia menempati urutan ke-62 bagi Bangladesh sebagai negara asal impor.

Pada 2021, total perdagangan kedua negara mencapai 3 miliar dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar 2,9 miliar dolar AS sementara impor Indonesia dari Bangladesh tercatat sebesar 0,1 miliar dolar AS.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar 2,8 miliar dolar AS terhadap Bangladesh.

Ekspor utama Indonesia ke Bangladesh di antaranya minyak kelapa sawit, batu bara, semen, bubur kayu kimia, serta benang kapas.

Sedangkan impor Indonesia dari Bangladesh di antaranya benang dari serat jute, kaus singlet, setelan untuk wanita dan anak perempuan, setelan untuk wanita dan anak laki-laki, serta kantong dan karung.

Zulhas juga menyampaikan agar para pelaku usaha Bangladesh turut berpartisipasi pada pameran dagang internasional terbesar di Indonesia ‘Trade Expo Indonesia’ ke- 37 yang akan digelar secara hibrida pada 19—23 Oktober 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Sedangkan TEI yang digelar secara daring akan berlangsung lebih lama, yaitu pada 19 Oktober—19 Desember 2022.

"Kami berharap partipasi para pelaku usaha Bangladesh pada TEI 2022 akan semakin mendorong perdagangan kedua negara," pungkas Mendag.

Baca juga: RI-Bangladesh akan tingkatkan kerja sama kesehatan, pertahanan
Baca juga: Indonesia, Bangladesh dorong penyelesaian perjanjian dagang istimewa
Baca juga: Menlu Bangladesh akan lawatan, rayakan 50 tahun hubungan diplomatik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel