Mendag Temui Peternak Bahas Peningkatan Harga Ayam, ini Hasilnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan, pertemuan dengan para peternak membahas upaya peningkatan harga ayam di kandang. Peternak menganggap gejolak harga kerap merugikan pihaknya.

Sebab, ketika harga berada di atas harga acuan yang diatur Permendag Nomor 7 tahun 2020, peternak seringkali dimintai keterangan oleh satgas pangan POLRI. Sedangkan ketika harga di bawah harga acuan, peternak merasa belum pernah diberikan bantuan yang konkret pemerintah.

Menindaklanjuti hal itu, Mendag Zulhas memastikan perlu adanya penyesuaian harga acuan. Karena sudah terjadi penyesuaian harga akibat kenaikan biaya logistik dan pakan.

"Kenaikan harga pakan dipengaruhi oleh kenaikan harga komponennya antara lain soy bean meal (SBM) atau bungkil kedelai hasil olahan sisa atau ampas minyak kedelai yang berasal dari pasokan impor dan jagung. Harga SBM saat ini mulai menurun seiring penurunan harga gandum, namun masih cenderung tinggi," kata Mendag Zulhas dalam keterangan resmi, Jumat (2/9).

Sebagai informasi, per 30 Agustus 2022, harga nasional daging ayam ras di tingkat eceran tercatat sebesar Rp 35.000 per kg. Turun 0,28 persen dibandingkan minggu lalu yakni Rp35.100 per kg, dan turun 2,78 persen dibandingkan bulan lalu Rp36.000 per kg.

Sedangkan harga ayam ras di tingkat peternak sebesar Rp18.670 per kg turun 10,3 persen dibandingkan minggu lalu Rp20.820 per kg, dan turun 8,8 persen dibandingkan bulan lalu Rp20.480 per kg.

Harga Ayam Turun Diduga Akibat Kelebihan Pasokan

turun diduga akibat kelebihan pasokan rev1
turun diduga akibat kelebihan pasokan rev1.jpg

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengatakan, harga ayam di pasaran saat ini mengalami penurunan karena terjadi kelebihan pasokan (over supply). Kondisi ini akan merugikan peternak ayam.

Sebab, para peternak menjual ayam-ayam mereka ke grosir besar sekitar Rp16.000 per ekor, sementara menurut Zulkifli harga minimal peternak untuk menjual yaitu Rp19.000.

"Saya enggak senang, kasian peternak ayam. Kalau Rp26.000 di pasar, berarti grosir besar beli Rp20.000, grosir besar beli di peternak ayam Rp15.000, rugi dong karena pedagang ayam itu paling murah tuh Rp19.000," kata Zulkifli di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, Kamis (18/8).

Untuk itu, pihaknya akan menyetop impor induk ayam, dan akan mengekspor induk ayam untuk mengendalikan harga ayam di pasaran. "Ayam memang kita akan coba mengimpor ibunya petelur ayam itu kita kurangi karena over supply itu," imbuhnya.

Selain upaya ekspor, pihaknya juga akan memusnahkan beberapa telur yang akan menetas sebagai upaya pengendalian harga ayam. Hal ini agar ketersediaan ayam tidak lebih banyak dibandingkan kebutuhan pasar.

Mengutip data dari sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok Kementerian Perdagangan, harga daging ayam ras pada 15 Agustus Rp34.200, pada 16 Agustus harga ayam naik menjadi Rp34.500. [bim]