Mendag Ungkap Harga Bahan Pokok yang Potensi Naik Jelang Natal

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah mulai melakukan antisipasi kenaikan harga-harga sejumlah bahan pokok (bapok) jelang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru).

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, secara musiman, sejumlah bahan pokok (bapok) memang akan mengalami kenaikan pada masa tersebut.

“Dalam beberapa waktu ke depan, secara historis akan ada potensi kenaikan permintaan bapok menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021," katanya, Kamis, 26 November 2020.

Baca juga: Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Sementara, Ini Pesan Luhut

Selain akibat faktor musiman, dia menegaskan, kondisi rendahnya harga selama COVID-19 sebabkan berkurangnya produksi.

Kemudian, dia melanjutkan, kondisi musim hujan pada akhir tahun juga bisa mengganggu kelancaran distribusi.

Agus mengungkapkan komoditas bapok yang perlu diwaspadai pertama adalah beras. Sebab, stok beras Perum Bulog lebih rendah dari tahun lalu.

"Risiko kenaikan harga perlu diwaspadai mengingat stok beras Bulog lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," tutur dia.

Kedua, cabai merah dan bawang merah. Sebab, dikatakannya akibat tren rendahnya pasokan pada akhir tahun dan mulai masuknya musim penghujan.

Ketiga, harga minyak goreng cenderung naik akibat naiknya harga minyak mentah sawit. Sedangkan gula pasir dan daging sapi diperkirakannya stabil.

"Antisipasi harus dilakukan jauh-jauh hari khususnya saat permintaan masyarakat berangsur-angsur pulih agar masyarakat tidak terbebani gejolak harga dan kelangkaan bapok," ujarnya.