Mendagri: Aceng Terbukti Melanggar Undang-undang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menegaskan Bupati Garut, Aceng Fikri, terbukti melanggar undang-undang dalam pernikahan singkatnya dengan Fanny Octora.

Berdasarkan temuan tim kementerian dalam negeri yang menyelidiki kasus tersebut,  pernikahan yang hanya berlangsung empat hari tersebut tidak dicatat dalam akta pernikahan.

"Ada beberapa hal yang memang menurut kita ditemukan fakta itu. Misalnya pernikahan yang tidak dicatatkan. Yang pasti satu kali. Lainnya belum kita tahu," ujar Gamawan, usai menghadiri Rakernas Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK), Redtop Hotel, Jakarta, Sabtu (15/12/2012).

Aceng pun terbukti melanggar Pasal 2 ayat 2 UU No. 174 yang mewajibkan bahwa setiap pernikahan harus dicatatkan. setiap kepala daerah berkewajiban untuk menaati UU tersebut sesuai dengan sumpah jabatannya.

"Salah satu penyebab kepala daerah dapat berhenti karena melanggar sumpah jabatan," ujarnya.

Keterangan Gamawan, tadi pagi dia sudah menandatangai surat temuan tersebut dan mengirimkannya ke gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

"Saya sampaikan pendapat tim kemendagri yang turun di lapangan Tapi terserah DPRD Garut. Ini pendapat kita. Tapi kita tidak ingin mengintervensi DPRD (Garut)," tegasnya.

Sementara itu, terkait akan adanya demo besar-besaran pendukung Aceng, Gamawan mempersilahkan asal tertib dan tidak mengganggu.

"Kalau mengganggu tangkap siapa otaknya," tegasnya.

Klik:

  • Lagi, Polres Malang Amankan 27 Imigran Afghan...
  • Warga Cibangkong Evakuasi Korban Longsor
  • Duel dengan Tukang Pijat, Pak RT Terbunuh
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.