Mendagri apresiasi Sumbar soal tingginya realisasi APBD

·Bacaan 2 menit

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang mampu merealisasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dengan capaian tinggi di atas rata-rata nasional.

"Saya mengapresiasi yang tinggi kepada Bapak Gubernur Sumatera Barat, di tengah pandemi seperti ini, di mana ekonomi menjadi slow down. Namun target pendapatan Sumbar tetap di atas rata-rata nasional," kata Mendagri dalam keterangannya diterima di Jakarta Senin,

Rata-rata nasional realisasi pendapatan di tingkat provinsi, menurut Mendagri, sebesar 88,95 persen, baik dari transfer pusat, pendapatan asli daerah (PAD), maupun dari badan usaha milik daerah (BUMD). Sementara, Provinsi Sumbar sendiri per 15 Desember 2021 mampu mencapai target 93,85 persen.

"Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur Sumbar, kita berikan penghargaan. Tidak gampang di tengah pandemi ini mencapai 93 persen karena masih banyak daerah yang rendah," ucapnya.

Baca juga: Kemendagri: Pemerintah desa perlu didampingi kembangkan BUMDes

Kemudian, lanjut Mendagri, untuk realisasi pendapatan di tingkat kabupaten di Sumbar dengan rata-rata nasional yang sangat menonjol tidak ada.

Begitu pula, papar dia, dengan kabupaten yang realisasi pendapatannya di bawah rata-rata nasional juga tidak ada. Rata-rata nasionalnya sebesar 82,33 persen.

Kondisi ini berbeda dengan capaian realisasi pendapatan di tingkat kota yang dinilai bagus. Bahkan, sebanyak 20 kota dengan realisasi pendapatan tertinggi, tiga di antaranya berasal dari Sumbar dengan capaian di atas 82 persen.

Tiga daerah itu, yakni Kota Bukit Tinggi, Payakumbuh, dan Padang Panjang. Meskipun wali kotanya tidak mengikuti Rakor Realisasi Pendapatan, Percepatan Serapan Belanja Daerah, ujar Mendagri.

Baca juga: Mendagri tekankan tiga prinsip cegah penyebaran varian Omicron
Baca juga: Mendagri minta pemda serius percepat vaksinasi

Kemudian, lanjut Mendagri, tak hanya dilihat dari realisasi pendapatan, Provinsi Sumbar menunjukkan kondisi yang bagus karena mencatatkan realisasi belanjanya cukup baik.

"Rata-rata nasional belanja provinsi 77,27 persen, Sumbar itu 77,47 persen di atas rata-rata nasional meskipun sedikit, tapi sudah cukup baik," kata Mendagri.

Mendagri menyampaikan apresiasinya untuk upaya Pemerintah Provinsi Sumbar mengenai tingkat pengelolaan keuangan, baik pendapatan maupun belanja.

"Alhamdulillah, Pak Gubernur termasuk kategori yang bagus. Terima kasih, Pak," ujar Mendagri kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel