Mendagri: Potensi peningkatan ekonomi Babel sangat tinggi

·Bacaan 1 menit

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian menyatakan potensi peningkatan perekonomian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat tinggi, karena memiliki sumber daya alam yang berkembang positif di tengah pendemi COVID-19.

"Kami dari pemerintah pusat sangat berharap Babel dapat mengendalikan COVID-19 dan otomatis ekonomi akan bisa jauh lebih bangkit," kata Tito Karnavian saat kunjungan kerja di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan potensi Babel untuk bangkit dan melompat perekonomian sangat tinggi sekali, karena provinsi ini memiliki pertambangan bijih timah yang masih positif utuk mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Selain pertambangan, negeri serumpun sebalai ini juga perkembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan yang tumbuh positif dan ini merupakan peluang bagi pemerintah daerah untuk mendorong perekonomian di tengah pendemi ini.

"Ini modal penting dan mudah-mudahan dengan kekompakan kepala daerah ini dapat mengendalikan kasus Covid-19 dan ekonomi kembali bangkit," katanya.

Ia menyatakan kegiatan diskusi dengan kepala daerah dan forkopimda daerah ini berjalan produktif dan sangat kompak sekali.

"Mudah-mudahan dengan kekompakkan gubernur, bupati, wali kota dan forkopimda daerah ini akan menghasilkan terobosan, ide-ide kreatif dan dapat dikerjakan dengan baik dalam penanganan COVID-19 ini," katanya.

Ia mempersilahkan kepala daerah di Bangka Belitung mencari terobosan dan ide kreatif lebih baik yang disesuaikan situasi serta kondisi daerah masing-masing dalam menangani dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kami sangat berharap Babel lebih cepat mengendalikan pendemi COVID-19 dan otomatis ekonomi akan bangkit," katanya.

Baca juga: SE percepatan pengadaan barang-jasa diharapkan dorong transparansi

Baca juga: Mendagri: Belanja pemerintah jadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel