Mendagri Siap Digugat Terkait Pelantikan Bupati Kobar

Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi siap dan menghargai jika ada pihak yang menggugat terkait pelantikan Ujang Iskandar sebagai Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dan pasangannya, Bambang Purwanto sebagai Wakil Bupati.

"Saya menghormati kalau ada yang mau menggugat Mendagri dengan pelantikan itu," kata Gamawan ketika ditemui di kantor kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, gugatan melalui jalur dan mekanisme yang benar adalah cara yang baik untuk mengoreksi kebijakan yang dinilai tidak benar.

"Itu jalan yang baik dan harus kita apresiasi. Mestinya memang seperti itu, jangan dengan demo-demo saja," katanya.

Pelaksanaan Pilkada di Kotawaringin Barat menyisakan sejumlah masalah. Pada 29 Desember 2011, massa membakar rumah jabatan Bupati Kotawaringin Barat.

Aksi pembakaran rumah jabatan bupati Kobar itu dipicu kekecewaan pada pemerintah pusat yang akan melantik bupati terpilih yang dimenangkan oleh MK, yakni Ujang Iskandar-Bambang Purwanto.


Kepolisian Negara RI telah menetapkan empat tersangka terkait kasus pembakaran rumah dinas tersebut.

Empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut adalah S bin M (warga Kelurahan Candi, Pangkalan Bun), GH bin GT (warga Kelurahan Hilir, Pangkalan Bun), AG (warga Sungai Hijau), dan ABD (warga Kelurahan Baru).

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi akhirnya melantik Ujang Iskandar sebagai Bupati Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah) dan pasangannya Bambang Purwanto sebagai Wakil Bupati.

Pelantikan berlangsung tertutup di Gedung Kementerian Dalam Negeri sekitar pukul 08.00 WIB. Para wartawan tidak diperkenankan memasuki tempat pelantikan oleh petugas keamanan setempat.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.