Mendagri Tito Wanti-Wanti Jangan Ada Kerumunan Saat Rapid Test di Daerah

Liputan6.com, Jakarta - Rapid test Covid-19 mulai dilakukan di sejumlah daerah, terutama di wilayah dengan jumlah korban tinggi. Mendagri Tito Karnavian pun mewanti-wanti agar tidak ada melibatkan banyak orang di satu lokasi. 

"Kami selalu memantau kegiatan di masyarakat yang menghimpun banyak orang, dan bila terjadi, langsung menelepon gubernur atau bupati untuk membubarkan sesegera mungkin," kata Tito dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Dia juga meminta agar tidak ada kerumunan saat rapid test Covid-19 dilakukan. Jarak aman antarwarga dan petugas harus dijaga.

Menurut dia, jarak perimeter antarorang yang menunggu giliran tes harus 1,5 meter. Hal ini dilakukan oleh Korea Selatan.

"Rapid test yang aman yaitu dilakukan di bilik terisolasi yang dindingnya terbuat bahan plastik yang setiap saat dibersihkan dengan disinfektan," ujar Tito.

Kemudian, dia mengingatkan agar kepala daerah melengkapi petugas kesehatan dengan alat pelindung diri untuk mencegah penularan virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

 

Proaktif

Mendagri Tito Karnavian saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Politik dan Pemerintahan Umum dan Deteksi Dini Mendukung Sukses Pilkada Serentak Tahun 2020 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (27/02/2020).

Tito mengingatkan kepala daerah untuk selalu proaktif mempersiapkan diri menghadapi dan mencegah meluasnya penularan Covid-19. Tito selalu menekankan pentingnya kepala daerah mengambil pola tindakan preventif.

“Ada kemungkinan petugas kesehatan dan masyarakat yang akan dites lalai, bergerombol dan tak mematuhi prosedur saat rapid test berlangsung," ucap Tito.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: