Mendagri: Zona Merah COVID-19 di Wilayah Pilkada Serentak 2020 Menurun

Mohammad Arief Hidayat, Eka Permadi
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menghadiri rapat kerja dengan Komisi II DPR RI pada Rabu, 18 November 2020. Dalam rapat itu, Tito menyampaikan bahwa selama tahapan pilkada serentak 2020, ada sebanyak 13 ribu dialog terbatas atau pertemuan tatap muka terbatas.

Dari jumlah itu, sekira 2,2 persen yang melakukan pelanggaran dengan melebihi batas yang ditentukan, yakni menyebabkan kerumunan dengan menghadirkan lebih dari 50 orang.

"Itu dianggap pelanggaran, dan Bawaslu, kami kira, sudah bertindak baik berupa pembubaran langsung, maupun cara menggunakan teguran dan diekspos kepada publik untuk bisa memengaruhi elektabilitas—ini mekanismenya," kata Tito.

Jumlah ini merupakan angka yang kecil. Sebab lebih banyak peserta pilkada yang telah menaati peraturan dengan melakukan dialog terbatas yang tak melebihi dari 50 orang.

“Kalau kita lihat dari kuantitatif secara umum angka 2,2 persen ini, bukan berarti kita mentolerir, tapi relatif kecil dibanding dengan kegiatan tatap muka, dialog terbatas 50 orang yang sudah terlaksana," ujarnya.

Selain itu, Tito menyampaikan, berdasarkan data Satgas COVID-19, dapat dilihat bahwa di daerah yang melaksanakan pilkada terjadi penurunan pada zona merah. Dari September sampai hari ini, zona merah sudah jauh berkurang.

"Cukup berkurang ini karena kepatuhan protokol. Zona merah September ada 45 menjadi 18. Kemudian zona oranyenya yang meningkat. Dari sini kita lihat bahwa kepatuhan protokol sangat memengaruhi penyebaran COVID-19," ujarnya. (ase)

Baca: Langgar Aturan, APK Milik Gibran Ikut Dicopot