Mendes inisiasi forum ASEAN optimalkan pembangunan desa di perbatasan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menginisiasi untuk membentuk forum kolaborasi antar negara-negara ASEAN guna mengoptimalkan pembangunan desa di kawasan perbatasan berbasis SDGs.

"Forum ini dapat menjadi media bagi kita, sekaligus menjadi langkah awal, khususnya bagi desa-desa di kawasan perbatasan dalam membangun jejaring, menjalin kolaborasi, dalam rangka percepatan pencapaian SDGs dari desa, berbasis data desa, berdasar potensi desa," ujarnya saat memberikan keynote speech dalam International Conference on Sustainable Rural Development in Border Areas secara daring yang diikuti di Jakarta, Jumat.

Menurut Mendes PDTT, membangun jaringan lintas negara antar desa di kawasan perbatasan akan mempercepat kebangkitan daerah pinggiran terutama dalam pencapaian tujuan SDGs di masing-masing negara.

Ia berharap melalui forum itu dapat secara bersama-sama memulai sebuah inisiasi pelembagaan bagi kerja sama antardesa di Kawasan regional Asia Tenggara, baik yang secara langsung merupakan wilayah lintas batas, maupun dengan desa-desa lain di Kawasan regional kita.

Baca juga: Mendes PDTT minta jajarannya saling terintegrasi dalam bangun desa

Baca juga: Mendes PDTT: Pelaksanaan program Kemendes pada 2023 harus berbasis TI

Ia menilai, forum itu sangat penting. Pasalnya, Indonesia berbatasan langsung dengan sejumlah negara.

Dalam lingkup ASEAN, ia menyampaikan, Indonesia memiliki lima titik hubung dengan lima negara anggota ASEAN lainnya.

"Ini harus bermakna bagi kolaborasi pembangunan desa-desa lintas negara, konektivitas ekonomi, hingga asimilasi budaya, dengan tetap berpijak kedaulatan negara masing-masing," tutur Gus Halim, demikian ia biasa disapa.

Pada lima titik hubung itu, lanjut dia, beranda Indonesia setidaknya ada 1.899 desa. Titik ini sekaligus menjadi jalan kolaborasi pembangunan 74.961 desa seluruh Indonesia dengan desa di Thailand, Vietnam, Malaysia, serta desa-desa lain di Kawasan regional Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Mendes PDTT menekankan, untuk mencapai SDGs pada 2030 dibutuhkan kolaborasi dan jejaring yang melibatkan banyak pihak, termasuk konektivitas ekonomi, berbagi praktik cerdas, hingga menginisiasi dan mengimplementasikan proyek bersama berdasar data mikro desa berbasis potensi desa-desa.

"Dengan berbasis SDGs Desa, desa-desa di Indonesia dapat berkontribusi 84 persen bagi pencapaian SDGs di Indonesia. SDGs Desa memastikan keselarasan langkah pencapaian tujuan pembangunan nasional," ujarnya.

Baca juga: Mendes: 20 persen Dana Desa harus digunakan untuk ketahanan pangan

Baca juga: Mendes PDTT: Dana Desa 2023 untuk peningkatan SDM dan ekonomi desa