Mendes: Kesigapan desa antisipasi COVID-19 minimalkan jumlah korban

·Bacaan 2 menit

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan kesigapan desa kini diperlukan untuk mengantisipasi pandemi COVID-19 dan meminimalkan jumlah korban.



"Sepanjang pandemi 2020-2021 tercatat 659.136 warga desa positif COVID-19, sementara di tingkat nasional mencapai 4.267.451 orang. Sebanyak 38.447 penderita meninggal di desa, sementara pada tingkat nasional telah meninggal 144.144 orang," ujar Mendes PDTT, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.



Ia mengatakan, melalui Program Desa Tanggap COVID-19, desa-desa secara mandiri membentuk Relawan Desa Lawan COVID-19, sebuah tim relawan tingkat desa yang melibatkan semua unsur masyarakat yang bekerja secara gotong-royong.



"Kedahsyatan penyebaran dan penularan virus ini sulit dikendalikan. Karena itu, desa-desa harus dipersiapkan menanggulanginya agar dampak COVID-19 di desa tetap dapat dikendalikan," kata Gus Halim, demikian ia biasa disapa, pada puncak Peringatan Sewindu Undang-Undang Desa (2014-2022) di Kasepuhan Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (15/1).



Ia menyampaikan, selama pandemi telah dilaksanakan sosialisasi hidup sehat di 59.125 desa pada 2020 dan 47.535 desa pada 2021.



Menurut dia, penyediaan tempat cuci tangan di tempat-tempat publik dilakukan oleh 56.056 desa pada 2020 dan 48.416 desa pada 2021, penyemprotan disinfektan dilaksanakan di 57.154 desa pada 2020 dan 45.103 desa pada 2021.



Pos Gerbang Desa untuk mengendalikan mobilitas warga, katanya, dibangun di 50.845 desa pada 2020 dan 49.022 desa pada 2021.



"Sudah ada 39.683 desa yang melaksanakan pengadaan masker gratis bagi warga pada 2020 dan 46.648 desa pada 2021," ujarnya, memaparkan.



Selain itu, kata Gus Halim, telah ada 1.880.174 Relawan Desa Lawan COVID-19 pada 2020 dan 1.684.598 relawan pada 2021 telah mendirikan tempat isolasi, mencakup 85.168 tempat tidur pada 2020 dan 91.094 tempat tidur pada 2021.



Tempat isolasi ini, katanya, telah dimanfaatkan oleh 191.610 warga desa pada 2020 dan 44.601 warga desa pada 2021.

Meski demikian, ia tetap mengajak warga desa untuk tidak lengah karena COVID-19 masih ada dan terus bermutasi.



"Tetap tegakkan protokol kesehatan, tetap pakai masker dan segera vaksinasi," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel