Mendes PDTT berharap IIBF tumbuhkan minat baca masyarakat

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengharapkan penyelenggaraan Indonesia International Book Fair (IIBF) dapat menumbuhkan minat baca masyarakat.

"Semoga Indonesia International Book Fair 2022 ini menumbuhkan minat baca dan meningkatkan motivasi menulis serta membangkitkan budaya literasi kita," ujar Mendes PDTT saat memberikan sambutan dalam pameran buku IIBF di Jakarta, Rabu.

Baca juga: China-Arab Saudi promosi karya di Pameran Buku Internasional Riyadh

Menurutnya, buku menjadi kunci bagi terbukanya ilmu pengetahuan sekaligus menjadi media dialog dan mentransformasikan gagasan.

"Buku adalah jati diri bangsa. Buku adalah deskripsi sebuah bangsa, karena melalui buku sebuah bangsa menuliskan segala praktik kehidupan dan keseharian," tuturnya.

Baca juga: Pameran Buku Internasional Manila, surganya para penggemar buku

Dalam kesempatan itu, Mendes PDTT meluncurkan buku keduanya dari trilogi SDGs Desa, dengan judul "SDGs Desa: Metodologi dan Pengukuran".

"Buku kedua ini sengaja diterbitkan oleh penerbit umum bukan kementerian, karena kalau kementerian pakai anggaran APBN dan tersimpan dengan rapi di kantor tapi kalau penerbit umum, buku-buku yang terbit di tahun berapapun pasti bakal dicari," kata Gus Halim, demikian ia biasa disapa.

Baca juga: Ratusan buku Indonesia semarakkan Pameran Buku Internasional Beijing

Buku kedua ini, lanjut dia, memberi peta pengumpulan data mikro secara partisipatoris, mengolahnya, mendapatkan rekomendasi dan menerapkan rekomendasi-rekomendasi dari lapangan untuk perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Melalui forum diskusi dalam pameran buku berskala internasional itu, ia berharap mendapatkan masukan sehingga memudahkan desa menerapkan perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa untuk kebangkitan dan kemandirian desa.

Baca juga: Ikapi sebut minat baca Indonesia bisa cepat ditingkatkan

Melalui buku itu, ia juga berharap dapat berkontribusi untuk kebangkitan ekonomi warga desa, dan kemandirian 74.961 desa seluruh Indonesia.

"Buku dan setiap artikel yang saya tulis merefleksikan apa yang saya kerjakan, bersumber dari pengetahuan yang saya dapatkan, baik dari proses pembelajaran dengan guru, dengan membaca, maupun berdiskusi dengan rekan sejawat," katanya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Panitia IIBF 2022, Wahyu Rinanto mengatakan pameran buku IIBF merupakan saksi sejarah bagi perkembangan industri buku Tanah Air.

Baca juga: Pameran Buku Internasional Sharjah 2017 berakhir

"Kami juga ada Indonesia Rights Fair (IRF) yang diikuti 50 penerbit dari dalam dan luar negeri. Area yang tak kalah penting adalah kami menyediakan Zona Kalap dengan 6.000 judul buku tersedia," katanya.

IBF ke-42 itu digelar secara hibrid atau perpaduan antara luring dan daring selama lima hari, yakni pada 9-13 November 2022 di Hall B, Jakarta Convention Center.

Baca juga: 23 judul buku Indonesia dibeli penerbit luar