Mendes PDTT nilai PEKKA berperan besar dalam pembangunan desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menilai organisasi Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) memiliki peran besar dalam perencanaan pembangunan desa.

"Di dalam kebijakan kami perempuan ditempatkan bukan sekadar kata-kata. Tapi definisinya menjadi penting, karena PEKKA harus diundang dalam forum musyawarah di desa karena PEKKA memiliki peran yang sangat besar di dalam perencanaan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kementeriannya telah membuat berbagai kebijakan dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk terlibat dalam proses pembangunan desa.

Ia menambahkan dalam 18 tujuan SDGs Desa terdapat satu SDGs Desa yang menjadi ukuran agar tercapainya pembangunan di desa, yakni SDGs Desa tentang keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa.

"Ada satu arah tujuan yang hanya membahas keterlibatan perempuan di desa. Ini kita munculkan betul pada level desa atau kita rumuskan di SDGs Desa bahwa posisi perempuan di dalam totalitas arah kebijakan pembangunan itu memiliki posisi yang amat sangat strategis," tutur Gus Halim, demikian ia biasa disapa.

Baca juga: Mendes: BLT Dana Desa dukung perempuan lepas dari kemiskinan di desa

Dalam pertemuan tersebut, ia mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PEKKA di Indonesia.

"Kemandirian perempuan sudah teruji. Bangsa kita butuh perempuan yang sangat luar biasa. Menurut saya, ini adalah tokoh-tokoh mulia di wilayah masing-masing yang telah berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara," katanya saat menerima kunjungan sejumlah Peserta Forum Nasional (Fornas) PEKKA IV Tahun 2022.

Koordinator Pendidikan Akademi Paradigta PEKKA Indonesia Siti Zamraini Alauti mengatakan PEKKA memiliki kegiatan dalam bidang hukum, misalnya klinik layanan dan konsultasi yang dilaksanakan secara bergilir di setiap desa sebagai tempat masyarakat berkonsultasi tentang identitas hukum, perlindungan sosial, dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"PEKKA juga ada akademi Paradigta yang dilakukan di desa dengan tujuan menyiapkan calon-calon pemimpin penggerak desa yang nantinya dapat memimpin komunitasnya dalam menghadapi berbagai permasalahan isu yang dihadapi di desanya masing-masing," kata Reni, demikian ia biasa disapa.


Baca juga: PEKKA: Tanggung jawab perempuan lebih dalam keluarga kurangi kualitas
Baca juga: Mendes: Staf Kemendes berjuang demi desa adalah pahlawan masa kini
Baca juga: Peningkatan kapasitas penggerak masyarakat diminta sejalan SDGs Desa