Mendes PDTT: Warga desa harus perketat prokes cegah Omicron

·Bacaan 2 menit

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta warga desa untuk memperketat pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) demi mencegah terpapar COVID-19 varian Omicron.

"Saya minta jangan kendor, harus konsisten menegakkan protokol kesehatan dan melakukan pengawasan terhadap pendatang secara ketat. Satgas desa dan pemerintah desa pantau warga yang masuk dan keluar," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan,Omicron sudah terdeteksi dan mengalami transmisi lokal di Jakarta dan Surabaya, maka itu perlu diantisipasi penyebarannya di desa-desa.

Ia mengajak seluruh elemen desa untuk intensifkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dengan penerapan ketat protokol Kesehatan serta mengoptimalkan fungsi Relawan Desa Tanggap COVID-19 di masing-masing Desa hingga RT/RW.

Ia memprediksi puncak kasus infeksi COVID-19 akibat varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari atau awal Maret 2022. Warga desa diminta untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap siaga.

Ia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, diantaranya mempercepat vaksin booster (penguat), memperketat protokol kesehatan hingga persyaratan masuk ke tempat publik hanya yang sudah divaksinasi lengkap.

"Untuk desa-desa yang ada destinasi wisatanya, saya harap sudah terintegrasi dengan aplikasi peduli lindungi. Hal ini dikarenakan Kawasan wisata rata-rata mobilitasnya tinggi. Saya percaya, melalui sinergitas kita semua di tingkat Desa dan koordinasi yang instens, maka pencegahan dan penanggulangan COVID-19 pada tahun 2022 masuk desa, dapat berjalan dengan baik," katanya,

Ia menyampaikan, kementeriannya akan terus mendorong percepatan pencapaian vaksinasi di masing-masing desa.

"Diharapkan ada inovasi kreatifitas desa dalam pelayanan vaksinasi untuk mempercepat pencapaian vaksinasi dosis lengkap sesuai target yang sudah ditetapkan," demikian Abdul Halim Iskandar .

Baca juga: Wapres ingatkan transmisi lokal Omicron meningkat signifikan

Baca juga: Pakar: Protokol kesehatan dan vaksinasi jadi kunci antisipasi Omicron

Baca juga: Mendes PDTT ajak warga desa rayakan pergantian tahun baru di rumah

Baca juga: WHO: Berbahaya, anggap pandemi COVID segera berakhir


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel