Mendieta Selalu Mengeluh Kesepian

Liputan6.com, Solo : Pesepakbola asal Paraguay, Diego Mendieta yang bermain untuk klub Persis Solo tahun lalu meninggal dunia akibat terinfeksi virus. Penyerang berusia 32 tahun itu meninggal di Rumah Sakit Dr Moewardi Solo. Meninggalnya Mendieta disebabkan virus dan jamur yang menyebar di tubuhnya.

Namun sebelum mengembuskan napas terakhir diketahui kalau sang pemain ingin pulang ke negaranya. Namun keinginan itu tertahan karena klubnya masih berutang gaji empat bulan sebesar Rp 120 juta. "Dia selalu mengeluh kesepian," kata Guntur Hernawan, Kepala Divisi Kedokteran Internal di RS Moewardi Solo. "Dia mengatakan ingin pulang karena semua sanak saudaranya berada di Paraguay," tambah Guntur.

Mantan manajer Persis, Totok Supriyanto, mengatakan utang klub akan tetap dibayar kepada keluarga Mendieta. Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo mengatakan secara pribadi dirinya akan membayar semua tagihan rumah sakit dan biaya lainnya. Namun ia juga mengimbau pihak lainnya untuk turut membantu.

Mantan penyerang Persitara Jakarta Utara ini meninggal karena sakit di Rumah Sakit Dr Moewardi Solo. Dia lahir di Paraguay, 13 Juni 1980. Diego meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang semuanya tinggal di Paraguay. Sebelumnya dikabarkan Diego belum menerima gaji sebagai haknya saat membela Persis.(ANT/JUM)