Mendikbud: Beasiswa Bidik Misi 2014 PT Diperluas

Semarang (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh menyatakan program beasiswa Bidik Misi untuk mahasiswa perguruan tinggi (PT) pada 2014 akan diperluas mencakup program pendidikan profesi.

"Ada yang baru dalam Bidik Misi. Tahun depan akan dialokasikan hingga program profesi," katanya di sela Sarasehan dengan Mahasiswa Bidik Misi Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Semarang, Sabtu.

Ia mencontohkan mahasiswa lulusan fakultas kedokteran yang tentunya membutuhkan melanjutkan pendidikan program profesi sehingga akan difasilitasi dengan Bidik Misi, terutama yang dari keluarga tidak mampu.

"Lulusan fakultas kedokteran, kan gelarnya S.ked. Belum boleh nyuntik, perlu melanjutkan program profesi dokter. Program profesi seperti inilah yang nantinya juga dialokasikan beasiswa Bidik Misi," katanya.

Demikian pula dengan lulusan fakultas pendidikan yang menjadi calon guru, kata dia, tidak bisa mengajar sebelum mengikuti sertifikasi dan program profesi guru sehingga akan difasilitasi Bidik Misi.

Menurut dia, Bidik Misi termasuk program afirmatif yang tertuang dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi sehingga nantinya tidak lagi tergantung menteri atau siapa pun karena sudah menjadi amanat perundangan.

"Tahun ini, dialokasikan sebanyak 50 ribu beasiswa Bidik Misi untuk angkatan baru. Mudah-mudahan dengan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) perubahan, alokasinya bisa ditambah," katanya.

Namun, ia memastikan Bidik Misi untuk tahun ini setidaknya dialokasikan untuk sebanyak 50 ribu penerima sehingga sampai saat ini sudah ada sekitar 142 ribu mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa Bidik Misi.

Ia menyebutkan pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk beasiswa Bidik Misi tahun ini kepada mahasiswa berbagai perguruan tinggi yang tidak mampu, tetapi memiliki prestasi akademik.

Sebanyak 50 ribu Bidik Misi itu untuk perguruan tinggi negeri (PTN), kata Nuh, sementara untuk perguruan tinggi swasta (PTS) dijanjikan tetap ada dan tengah dipersiapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.