Mendikbud Nadiem Luncurkan SMK Pusat Keunggulan Demi Penyerapan Lulusannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Merdeka Belajar episode kedelapan, yakni SMK Pusat Keunggulan.

Peluncuran SMK Pusat Keunggulan itu dilakukan secara daring oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada Rabu, 17 Maret 2021 di Jakarta.

Program ini merupakan perwujudan visi Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pembenahan pendidikan vokasi sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"SMK Pusat Keunggulan merupakan terobosan komprehensif yang ditujukan untuk menjawab tantangan dalam rangka pembenahan kondisi SMK saat ini, agar semakin sejalan dengan kebutuhan dunia kerja," ujar Nadiem, Rabu, 17 Maret 2021.

Dia menjelaskan, Program SMK Pusat Keunggulan bertujuan menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja maupun menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja.

Menurut Nadiem, sekolah yang terpilih dalam program SMK Pusat Keunggulan diharapkan menjadi rujukan dan dapat melakukan pengimbasan untuk mendorong peningkatan kualitas serta kinerja SMK di sekitarnya.

"Untuk mencapai visi tersebut, keselarasan antara SMK Pusat Keunggulan dengan dunia kerja tidak hanya diwujudkan melalui MoU saja, tetapi harus berlangsung secara mendalam dan menyeluruh," terang dia.

Penuhi 8 Aspek

Kementerian Perindustrian menggelar Diklat Pembuatan Gerak Animasi 3D di SMK Komputama, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Kementerian Perindustrian menggelar Diklat Pembuatan Gerak Animasi 3D di SMK Komputama, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Nadiem memaparkan, upaya mewujudkan keselarasan antara SMK dengan dunia kerja, dapat ditempuh melalui pemenuhan delapan aspek link and match.

"Pertama, kurikulum disusun bersama sejalan dengan penguatan aspek soft skills, hard skills, dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja," terang dia.

Kedua, lanjut Nadiem, pembelajaran diupayakan berbasis project riil dari dunia kerja (project based learning) untuk memastikan hard skills, soft skills, dan karakter yang kuat.

"Ketiga, peningkatan jumlah dan peran guru/instruktur dari industri maupun pakar dari dunia kerja. Jumlahnya meningkat secara signifikan sampai minimal mencapai 50 jam/semester/program keahlian," ucap Nadiem.

Keempat, lanjut dia, praktik kerja lapangan atau industri minimal satu semester. Kelima, bagi lulusan dan bagi guru/instruktur sertifikasi kompetensi harus sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.

"Keenam, bagi guru/instruktur perlu ditekankan untuk memperbarui teknologi melalui pelatihan secara rutin," kata Nadiem.

Ketujuh, sambung dia, dilakukannya riset terapan yang mendukung teaching factory berdasarkan kasus atau kebutuhan riil industri.

"Kedelapan, komitmen serapan lulusan oleh dunia kerja," ucap Nadiem.

Kemudian, menurut dia, Kemendikbud juga mendorong agar kolaborasi dengan dunia kerja dapat semakin ditingkatkan. Di antaranya melalui kemungkinan kerja sama beasiswa dan/atau ikatan dinas, donasi dalam bentuk peralatan laboratorium, dan lainnya.

"SMK Pusat Keunggulan 2021, diprioritaskan untuk 895 SMK dengan tujuh sektor prioritas, di antaranya ekonomi kreatif, pemesinan dan konstruksi, hospitality, care services, maritim, pertanian, dan kerja sama luar negeri," ungkap Nadiem.

"Semoga ini adalah awal dan dapat menjadi benih transformasi SMK kita se-Indonesia. Sehingga kami harap SMK yang berpartisipasi bisa menjadi pelatih dan mentor yang mampu menunjukkan karya dan inovasi lulusan SMK sehingga diperebutkan oleh pelaku industri maupun dan universitas terbaik kita," tegas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: