Mendikbud Serahkan Sanksi Maharani kepada Pihak Kampus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerahkan sepenuhnya kepada pihak perguruan tinggi, mengenai tindakan atau sanksi terhadap mahasiswi bernama Maharani Suciyono.

"Itu diserahkan sepenuhnya ke perguruan tinggi masing-masing. Yang punya anak kan perguruan tinggi. Karena itu, diserahkan ke perguruan tingggi untuk memberikan 'pendidikan' kepada yang bersangkutan," kata Mendikbud Muhamad Nuh, di sela pelantikan Majelis Nasional KAHMI dan FORHATI, di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Nuh menjelaskan, pernyataannya ini bukan berarti Kemendikbud mendukung pihak kampus untuk mengeluarkan Rani.

"Kami berikan kewenangan kepada perguruan tinggi. Kemendikbud enggak (intervensi), kan dulu masuknya juga dipersilakan sendiri kan," tuturnya.

Mulanya, Nuh tampak kebingungan saat ditanya wartawan tentang kasus dan sanksi terhadap Rani.

"Maharani sopo Maharani iku?" tanya Nuh.

Sebelumnya diberitakan, Rani ikut ditangkap KPK bersama tersangka kasus dugaan korupsi impor daging Ahmad Fathanah, di Hotel Le Meridian, Selasa (29/1/2013) malam lalu.

Dari dalam tas Rani, petugas KPK menemukan uang Rp 10 juta yang diduga sebagai bagian barang bukti suap Rp 1 miliar yang akan ditujukan untuk mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Namun, uang itu juga dikabarkan adalah 'bayaran' dari Ahmad Fathanah. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.