Mendikbud Sosialisasi Pertama Kurikulum 2013 di Jambi

Jambi (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh melakukan sosialisasi pertama pengembangan Kurikulum Pendidikan 2013 di Jambi mengingat provinsi itu memiliki sejarah dan peradaban tinggi.

"Saya tetapkan Jambi sebagai provinsi pertama untuk sosialisasi kurikulum 2013 karena pada abad 7 dan 8 banyak saudagar China dan India belajar di sini," kata Nuh di Jambi, Minggu.

Hal tersebut disampaikan Nuh saat silaturahmi bersama dengan pemangku kepentingan pendidikan Provinsi Jambi yang dihadiri, antara lain, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus dan Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar.

Dikatakan Nuh, sejak dahulu kala, Jambi memang telah menjadi pusat pendidikan yang terkenal sehingga banyak pendatang yang menjadikan provinsi itu sebagai tempat menimba ilmu.

"Saya ingin memberi Jambi untuk dapat melihat peradaban ke depan melalui sosialisasi perubahan kurikulum 2013," kata Nuh.

Menurut Mendikbud, perubahan kurikulum memang dirasakan sangat penting dan mendesak dalam upaya menghadapi perubahan global yang akan datang.

Dia menilai tantangan ke depan akan semakin luar biasa sehingga perlu ada kurikulum yang bisa menjawab tantangan global bagi anak-anak Indonesia agar dapat bersaing.

"Melalui kurikulum 2013, maka akan ada kompetensi mulai dari sikap, keterampilan, pengetahuan yang harus dibangun," katanya.

Mendikbud mengatakan pula bahwa kurikulum 2013 untuk menyiapkan masa depan anak-anak dengan "harga" sekarang, mengingat kalau beli harga masa depan terlalu mahal.

Ditekankan Nuh bahwa esensi kurikulum 2013 adalah kreativitas serta untuk menyiapkan anak-anak untuk untuk mampu berinovasi.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.