Mendikbudristek: UT jadi contoh dalam penerapan PJJ

·Bacaan 2 menit

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Universitas Terbuka (UT) menjadi contoh bagi kampus lain dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Pandemi telah mengubah cara belajar secara drastis, yang mana dibutuhkan adaptasi yang dilakukan secara cepat. Dalam hal ini, UT telah menjadi contoh bagi kampus-kampus lain,” ujar Nadiem dalam webinar The Asian Association of Open Universities (AAOU) “Challenges and Opportunities of ODL Post- COVID-19“ yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan pandemi telah mengubah pembelajaran secara drastis, yang mana sebelumnya dilakukan secara tatap muka menjadi tatap layar atau jarak jauh. Sebagian kampus di Tanah Air, lanjut dia, hal itu menuntut adaptasi yang cukup lama dan sulit. Hal itu membuktikan bahwa sistem pendidikan di Tanah Air belum siap menghadapi perubahan yang sangat cepat pada skala global.

Nadiem menambahkan banyak sekali praktik baik yang bisa dibagikan oleh UT, untuk sistem pembelajaran yang lebih fleksibel dan akomodatif bagi mahasiswa.

“Bekal pengalaman ini, harus dapat menjadi bahan refleksi bagi inovasi baru dalam pembelajaran,” tambah dia.

Kunci dari berkembangnya UT adalah kampus yang memerdekakan mahasiswa dan dosennya untuk terus berkembang, terus berinovasi.

“Dengan semangat melompat ke masa depan, mari kita terus bergerak serempak mewujudkan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka,” imbuh Nadiem.

Baca juga: Rektor UT: dengan pendidikan daring tidak ada alasan tidak kuliah
Baca juga: Rektor ITB sebut atmosfer akademik tidak bisa tercapai dengan PJJ

Rektor UT, Prof Ojat Darojat, mengatakan melalui program webinar tersebut dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait isu-isu terkini dalam dunia pendidikan tinggi.

“Apa yang disampaikan Mendikbudristek dapat menjadi motivasi bagi seluruh partisipan yang hadir untuk tetap berinovasi mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih baik, khususnya pendidikan tinggi jarak jauh,” kata Ojat.

Wakil Konselor Universitas Terbuka Malaysia, Assosiate Prof Dr Ahmad Izanee Awang, mengatakan sebelum pandemi COVID-19, universitas terbuka di sejumlah negara terutama di Asia mengalami pertumbuhan yang stagnan.

Selama pandemi, lanjut Ahmad, universitas terbuka di sejumlah negara mampu memaksimalkan jangkauannya dan dapat beradaptasi dengan situasi. Tantangan berubah menjadi kesempatan dengan masuknya berbagai inisiatif program yang dimiliki.

Baca juga: UT canangkan semua sistem pelayanan berbasiskan digital
Baca juga: Ketua MPR sebut PJJ bantu pemerintah tingkatkan akses pendidikan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel