Mendulang Untung Belasan Juta Rupiah dari Ternak Hamster

Merdeka.com - Merdeka.com - Eko Romadhoni (25) warga Lumajang, Jawa Timur memanfaatkan ruangan kamar berukuran 3x2 meter menjadi mesin pencari uang. Ruangan kecil itu dimanfaatkan sebagai tempat berternak hewan piaraan kesayangan, hamster.

Dalam ruangan itu dibuatkan kandang dari boks kecil ukuran 25x50 cm yang ditata bersusun vertikal layaknya laci almari. Setiap kandang ditandai dengan nomor dan huruf layaknya blok-blok pada kompleks perumahan.

Selain itu, di dalam kandang juga disediakan wadah kecil sebagai tempat makan dan minum ternak imut dan lucu itu.

Dhoni, demikian biasa dipanggil, mengaku mengawali usaha ternaknya dengan modal keberanian dan nekat. Bermodal uang tabungan dan ruangan kecil bekas kamar menjadi peluang usaha barunya.

Dhoni sendiri sebelumnya bekerja sebagai karyawan sablon di sekitar desanya, Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang. Namun saat terpaan pandemi Covid-19, pesanan sablonan sangat minim dan membuat kelimpungan tempatnya bekerja.

Kemudian ia mulai berniat membuat usaha sampingan dengan berternak hamster yang dimulai sekitar dua tahun lalu. Dari situ, Ia mulai menyulap ruangan kecilnya dan modal sekitar Rp10 Juta menjadi mesin penghasil uang.

Bermodal melihat video di YouTube dan membaca artikel serba-serbi hamster, Dhoni mulai menekuni ternak hamster. Pelan-pelan ia menjalani usahanya itu hingga berbuah hasil beberapa bulan kemudian.

"Belajarnya ya dari nonton video di YouTube sama baca-baca artikel. Jualannya pun juga via online," katanya.

Setelah beberapa minggu beternak hamster, Dhoni pun mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaannya sebagai karyawan sablon dan mulai menekuni usaha barunya itu.

warga lumajang beternak hamster
warga lumajang beternak hamster

©2022 Merdeka.com

Beragam hamster dibudidayakan di antaranya jenis Syrian, Campbell, Winter White dan Roborovski. Dari beberapa indukan, kini setelah dua tahun berjalan sudah memiliki sekitar 100 indukan hamster yang dikembangbiakkan.

"Setiap indukan bisa melahirkan 8-10 baby hamster," lanjutnya.

Dalam seminggu, Dhoni mengaku bisa menjual puluhan bahkan ratusan ekor hamster. Setiap ekornya dijual dengan harga mulai dari Rp10-100 ribu.

"Harga bervariasi tergantung jenisnya. Kalau jenis Roborovski itu paling mahal bisa sampai Rp100 ribu per ekor," terangnya.

Kata Dhoni, perawatan hamster cukup mudah. Pemberian pakan hanya perlu dua kali sehari.

"Pakannya pakai campuran ampas tahu dan pur ayam, cukup pagi dan sore," beber Dhoni.

Beberapa hari sekali, kandang dibersihkan dan dilakukan penggantian serbuk kayu untuk tetap menjaga kebersihan kandang sekaligus kesehatan hamster.

Lebih lanjut, Dhoni mengaku dalam seminggu ia bisa meraup omzet hingga Rp3 juta. Bahkan, bila sedang banjir pesanan, dalam sebulan Dhoni bisa mengantongi belasan juta rupiah.

Pendapatan itu jauh berkali-kali lipat dari pekerjaan sebelumnya sebagai karyawan sablon. Usaha ternak hamster itu sekarang benar-benar menjadi mesin ATM penghasil pundi-pundi rupiah. [cob]