Menelisik Pandangan Raja Charles III tentang Islam

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketertarikan untuk mengetahui latar belakang Raja Charles III dari Inggris semakin besar setelah dia mewarisi takhta ibunya, Ratu Elizabeth II yang mangkat pada Kamis lalu. Charles III telah resmi dikukuhkan sebagai Raja Inggris dan negara Persemakmuran lainnya pada Sabtu (10/9).

Walaupun Charles banyak disorot media selama puluhan tahun terakhir, tapi sebagian besar perhatian terarah pada kehidupan rumah tangganya dan perceraiannya dengan mendiang Putri Diana.

Tak jarang juga media menulis soal pandangan Raja Charles III terkait beragam isu. Bagaimana pandangannya soal Islam? Berikut rangkumannya dikutip dari Al Jazeera, Senin (12/9).

Charles dalam beberapa kesempatan mengungkapkan pendapatnya dan secara terbuka memuji Islam. Penulis Robert Johnson dalam bukunya Charles At Seventy: Thoughts, Hopes and Dreams menyatakan Charles mempelajari Alquran dan menandatangani surat yang dikirim kepada para pemimpin Muslim dalam bahasa Arab.

Dalam sebuah pidatonya di Pusat Studi Islam Oxford pada 2010, Charles mengatakan bahwa tidak ada batasan dalam berlimpahnya kekayaan alam, hal itu dia ucapkan mengacu pada pengetahuannya terkait Islam dan Alquran.

"Ini bukan batasan yang sewenang-wenang, ini adalah batasan yang ditetapkan oleh Tuhan dan, dengan demikian, jika pemahaman saya tentang Quran benar, umat Islam diperintahkan untuk tidak melanggarnya," jelasnya kala itu.

Kartun Nabi Muhammad

Saat berkunjung ke Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir pada 2006, Charles mengkritik publikasi kartun Nabi Muhammad di Swedia dan menyerukan semua orang agar menghormati agama orang lain.

Menurutnya, terbitnya kartun tersebut menunjukkan bahaya akibat kegagalan kita untuk saling mendengar dan menghormati hal yang berharga dan suci bagi orang lain.

Ramadan

Pada awal bulan Ramadan tahun ini, Charles mengatakan siapapun harus mengambil pelajaran dari "spirit Ramadan", salah satunya adalah rasa syukur dan kebersamaan.

"Tidak hanya kedermawanan, tetapi juga pantangan, rasa syukur dan kebersamaan dalam doa yang akan memberikan penghiburan besar bagi banyak orang di seluruh dunia," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Kemurahan hati dan keramahan umat Islam yang baik hati tidak berhenti mengejutkan saya dan saya yakin bahwa saat kita memasuki masa yang lebih tidak pasti, komunitas Muslim akan kembali menjadi sumber amal yang sangat besar di bulan Ramadhan ini."

Islam dan Barat

Charles sejak lama menggerakkan bagaimana dunia Muslim dan Barat semakin dekat. Karena menurutnya, banyak "kesalahpahaman" terkait Islam di Barat.

Dia juga memperingatkan ekstremisme jangan dipandang sebagai ciri khas Islam. [pan]