Menelisik Penyebab 114 PDP Covid-19 di Sulut Meninggal Dunia

Liputan6.com, Manado - Jika jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Sulut dalam kurun 2 bulan ini tertahan di angka 7, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia jumlahnya terus melonjak.

“Hari ini ada 5 PDP yang meninggal dunia, sehingga dalam dua bulan terakhir ini jumlahnya menjadi 114 pasien,” ungkap Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel saat jumpa pers, Senin malam (18/5/2020).

Dandel mengatakan, mayoritas PDP Covid-19 yang meninggal dunia disebabkan adanya penyakit penyerta, selain Covid-19.

“Pneumonia, ginjal, diabetes, dan lainnya menjadi penyakit penyerta PDP yang menyebabkan mereka meninggal dunia,” ujarnya.

Sedangkan terkait terus meningkatnya jumlah PDP, Dandel mengatakan, hal itu karena protokol rumah yang melakukan foto thorax untuk setiap pasien yang masuk.

“Jika ditemukan ada gejala pneumonia maka ditetapkan sebagai PDP,” ujarnya.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Penambahan 2 Kasus Positif

Untuk pasien terkonfirmasi positif terjadi penambahan dua kasus baru. Sehingga jumlah total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut menjadi 116 orang.

“Pasien terkonfirmasi positif itu adalah nomor 115, seorang anak berusia lima tahun asal Minahasa Utara, tidak punya riwayat perjalanan,” ujarnya.  

Sedangkan untuk pasien nomor 116 adalah laki-laki berusia 24 tahun, seorang tenaga kesehatan dari Klaster Faskes B Manado.

“Klaster Faskes B Manado ini menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.

Dandel mengatakan, dengan bertambahnya 2 kasus baru ini maka jumlah total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut sebanyak 116 orang. Sudah ada 31 pasien dinyatakan sembuh, 7 meninggal dunia, dan 78 masih dalam perawatan medis.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: