Menelusuri Jejak 4 Bocah Ingusan Perkosa Teman Perempuan di Hutan

Merdeka.com - Merdeka.com - Masa remaja terenggut. Trauma healing harus dijalani agar bisa kembali menatap masa depan.

Hal itulah yang akan dialami Mawar (bukan nama sebenarnya). Betapa tidak, remaja belia 13 tahun ini menjadi korban pemerkosaan di usia yang masih di bawah umur. Tak tanggung-tanggung, pelaku berjumlah 4 orang dimana salah satunya adalah temannya sendiri.

Peristiwa memilukan itu terjadi di Hutan Kota Rawa Malang, Semper, Jakarta Utara.

"Karena kejadian 17.30 sudah mau magrib, mungkin orang aktivitas mau Salat Magrib jadi sepi daerah situ. Dan memang gelap," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Febri Isman saat dihubungi merdeka.com, Rabu (21/9).

Merdeka.com mencoba menelusuri jejak empat pelaku yang masih bocah ingusan itu memerkosa Mawar. Tidak sulit menemukan lokasi kejadian, yakni Hutan kota Rawa Malang bertepatan di Jalan Rawa Malang Kulon, Semper, Jakarta Utara.

Sebab, terdapat plang bertulis 'Hutan Kota Rawa Malang' sebagai penanda. Begitu memasuki gerbang pintu masuk, pengunjung akan melihat sebuah lapangan besar tempat parkir truk trailer. Hanya ada satu pintu masuk yang bisa dilalui pengunjung, yakni melalui jalan Rawa Malang Kulon akan terlihat gerbang hitam tinggi 'memeluk' huta tersebut.

Sayangnya, akses jalan masih belum diaspal alias masih beralaskan bebatuan tidak beraturan. Persis di bagian dalam gerbang sebelah kiri tersedia pos keamanan bagian pertama dari dua pos lainnya.

Dekat gerbang masuk, terdapat sebuah ruangan koperasi kecil sebelah kiri. Tepat di depannya ada dua pintu sebuah ruangan bertuliskan 'Toilet'.

Memasuki Hutan Kota lebih dalam, akan terlihat sebuah taman kecil tempat berdirinya sejumlah permainan khas anak-anak. Seperti, ayunan, seluncuran serta jungkat jungkit. Sayangnya, kondisi area permainan itu kotor dan rusak seperti lama tidak terurus.

Sejauh mata memandang, akan dimanjakan oleh pohon-pohon menjulang tinggi, sayangnya tidak ditemui lampu penerangan di dalam hutan. Hutan ini terbilang mempunya akses masuk 'ilegal'. Yakni melalui tembok pembatas yang jebol karena dimakan usia dan cuaca. Alhasil, lubang di tembok itu kerap dijadikan warga sebagai akses memotong jalan ke permukiman di belakangnya.

Ironinya, titik lokasi pemerkosaan yang dialami Mawar berada 20 meter dari pos keamanan gerbang masuk.

Saat itu, garis polisi telah membentang di lokasi tersebut.

Lanjut, tidak jauh dari lokasi pemerkosaan, terdapat sebuah danau. Sayangnya, danau itu terlihat tidak terurus ditandai dengan banyaknya lumut di bagian pinggir danau.

"Jadi memang kalau dimalam hari itu gelap banget, saya saja kalau mau patroli harus pakai senter yang terang," ungkap seorang petugas keamanan setempat.

Sebelumnya, empat pelaku kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak baru gede berumur 13 tahun di Hutan Kota Jakarta Utara. Mereka ditangkap pada 6 September 2022 lalu.

"Pas lapor kita langsung tangkap," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Febri Isman Jaya saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (17/9).

Setelah ditangkap, keempat terduga pelaku ditempatkan di Rumah Aman, Cipayung. Alasannya, para pelaku merupakan anak di bawah umur atau masuk kategori anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

"Empat orang anak (pelaku) ini sudah dititip ke Rumah Aman Cipayung jadi proses nya sudah ditangani sama Unit PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Jakarta Utara," kata dia.

Febri mengatakan, kasus ini ditangani Unit PPA dengan pendekatan sebagaimana UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak karena pelaku merupakan anak di bawah umur.

"Anak di bawah umur, makanya kami titip. Karena di bawah umur, di Undang-undang kan seperti itu kan harus dititipkan di Rumah Aman Cipayung. Jadi pelakunya ada empat sudah kami amankan," kata dia

Febri enggan menjelaskan identitas para pelaku, termasuk korban pemerkosaan. Sebab, pelaku dan korban sama-sama anak di bawah umur. [rhm]