Menelusuri TKP Penemuan Mayat Sekeluarga hingga Tercium Bau Busuk

Merdeka.com - Merdeka.com - Tewasnya sekeluarga di Komplek perumahan Citra Garden 1 Extencion Kalideres Jakarta Barat hingga saat ini masih menjadi misteri.

Identitas dari keempat jenazah yakni adalah sang suami Rudyanto Gunawan (71), istri, K. Margaretha Gunawan (58), anak Dian (40) dan seorang paman Budyanto Gunawan (69).

merdeka.com mencoba menelusuri lokasi penemuan mayat. Empat korban ditemukan di sebuah rumah dalam Perumahan Perumahan Citra Garden 1 Extencion, Kalideres, Jakarta Barat.

Lokasi rumah korban tidak jauh dari gerbang Perumahan yakni sekitar 210 meter. Di depan komplek perumahan terdapat portal berwarna merah dan putih. Selain portal, gerbang komplek juga terdapat pos sekuriti untuk mengecek tamu maupun penghuni yang memasuki kawasan.

Perumahan tempat para korban ditemukan sendiri berada tidak jauh dari Gedung Mayora yang mengarah ke Cengkareng, Jakarta Barat. Tepatnya di Raya Pantura, Kalideres, Jakarta Barat.

tkp satu keluarga di kalideres ditemukan tewas
tkp satu keluarga di kalideres ditemukan tewas

©2022 Merdeka.com

Biasanya, tamu penghuni komplek akan dimintai identitas oleh sekuriti yang ada di depan. Sedangkan, penghuni komplek sudah memiliki sendiri-sendiri.

"Kalau warga luar komplek yang mau masuk sini harus tunjukkan dulu KTP baru nanti kita kasih masuk," ungkap salah seorang satpam komplek yang namanya enggan disebut saat ditanya merdeka.com, Selasa (15/11).

"Tapi kalau warga yang tinggal di dalem komplek biasanya cuman tunjukin kartu penghuni komplek terus ditempelin ke mesin portal baru nanti ke buka otomatis," tambahnya.

Salah satu warga menuturkan, komplek itu terbilang sepi aktivitas. Hanya, sibuk saat pagi hari yakni saat jam berangkat kerja. Sedangkan, untuk sore hari aktivitas warga hanya sebatas mereka yang hendak berolah raga.

Untuk, pedagang keliling, masih diperbolehkan masuk oleh sekuriti komplek di pintu masuk. Sementara itu, penerangan komplek terbilang mumpuni. Terbukti, saat malam hari kondisi komplek tidak terlalu gelap.

"Kadang kalau pagi sama sore ada beberapa orang yang iseng-iseng joging di sekitaran komplek. Selebihnya paling dari siang sampe sore cuman ojol atau tukang paket yang anter ke rumah-rumah warga sini. Atau gak anak kecil yang maen sambil disuapin," ujar Fero, salah satu penghuni komplek. [rhm]