Menengok Atraksi Purnacandra, Tradisi Memainkan Api Jelang Purnama di Banyuwangi

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Ada lagi tradisi unik yang dimiliki masyarakat Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Setiap momen menjelang bulan purnama, khususnya di bulan ramadan, muda-mudi di Lingkungan Papring, Kecamatan Kalipuro, memainkan sebuah atraksi bernama Purnachandra.

Atraksi purnachandra mempertontonkan aksi kelihaian muda-mudi memainkan api dengan pelbagai gaya. Mulai dari wahana sepak bola api, memutar tongkat api, hingga yang paling ekstrem menyembur api obor.

Tak sembarangan orang diperbolehkan memainkan tradisi ini. Hanya anak-anak yang sudah terlatih dan mahir saja, bagi yang masih belum berkesempatan latihan, masih bisa menonton tanpa mengurangi keseruannya.

tradisi purnachandra di lingkungan papring
tradisi purnachandra di lingkungan papring

©2022 Merdeka.com/Muhammad Permana

Fendi, salah satu pemuda pemain atraksi purnachandra mengatakan, persiapan menyuguhkan penampilan purnachandra memang membutuhkan tenaga dan pikiran yang cukup banyak. Sebab pentingnya ketelitian dan kecermatan dalam bermain.

"Sebelumnya saya mulai kecil sampai sekarang ya pertama kali ini, sudah beberapa kali berlatih, dan baru berkesempatan bermain saat ini," kata Fendi, Kamis (21/4).

Bahan-bahan yang digunakan cukup ramah lingkungan, diantaranya tempurung kelapa tua untuk bola api, sebatang datang kayu untuk tongkat api, bambu dan serabut kelapa untuk membuat obor. Sedangkan untuk memunculkan api, mereka menggunakan minyak gas.

tradisi purnachandra di lingkungan papring
tradisi purnachandra di lingkungan papring

©2022 Merdeka.com/Muhammad Permana

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, M Yanuarto Bramuda mengungkapkan, gaung masyarakat Banyuwangi dalam mempertahankan tradisi dan ciri khas daerah memang terbilang baik.

Hadirnya atraksi purnachandra hingga saat ini merupakan bukti kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai tradisi dan kebudayaan di Bumi Blambangan.

"Kami mengapresiasi kepada masyarakat yang mencoba menghidupkan kembali, kita ketahui bahwa kekuatan Banyuwangi ada di budaya-budaya lokal, sebagaimana seblang, barong ider bumi, terus kebo-keboan, itu budaya lokal yang kemudian kita angkat menjadi suatu atraksi wisata, siapa tau nanti purnachandra bisa kita angkat menjadi salah satu festival," ujar Bramuda. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel