Menengok Biaya Transaksi di ATM Link, Bersama, dan Prima

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Transaksi cek saldo dan tarik tunai di ATM Link akan dikenai biaya mulai 1 Juni 2021. ATM Link ini adalah ATM yang dimiliki oleh Himpunan Bank Negara (Himbara) yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.

Mengutip keterangan situs resmi Bank Mandiri, ATM Link merupakan automated teller machine atau anjungan tunai mandiri yang dimiliki oleh Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN. Saat ini sudah terdapat sekitar 53 ribu ATM Link yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Per 1 Juni nanti, nasabah Himbara akan dikenai biaya Rp 2.500 saat mengecek saldo di ATM Link dari sebelumnya dikenakan biaya Rp 0 alias gratis. Pemotongan biaya juga diberlakukan dalam aktivitas tarik tunai, dimana para nasabah Himbara akan dijatuhi biaya Rp 5.000 dari sebelumnya tak berbayar.

Sedangkan untuk kegiatan transfer antar bank, biaya transaksi yang dikenakan tetap sama yaitu Rp 4.000 per transaksi.

ATM Link kerap diidentikan dengan ATM Bersama yang sama-sama bisa melayani transaksi keuangan dari berbagai perbankan. Namun berbeda, ATM Bersama merupakan jaringan ATM yang dikelola oleh Artajasa dan melayani nasabah dari 94 institusi atau bank.

Nasabah Himbara juga bisa melakukan transaksi melalui ATM Bersama, namun dikenai biaya administrasi lebih besar dari ATM Link. Potongan biayanya beragam, mulai dari Rp 7.500 untuk tarik tunai, Rp 6.500 untuk transfer, Rp 4.000 untuk cek saldo, dan Rp 3.000 sebagai ongkos administrasi jika saldo tidak cukup/salah pin/kartu kadaluarsa.

Jaringan ATM lain yang banyak tersebar yakni mesin berlogo Prima yang dikelola PT Rintis Sejahtera. Jaringan ini banyak dikenal dalam pengoperasian ATM milik BCA, namun kini bisa turut digunakan oleh para nasabah Bank Mandiri, BRI dan BNI.

Biaya transaksi di ATM Prima adalah transfer dikenakan Rp 7.500, penarikan tunai dikenakan Rp 8.000, cek saldo dikenakan Rp 4.000 dan jika saldo tidak cukup untuk melakukan transaksi maka dikenakan Rp 2.500.

Cek Saldo dan Tarik Tunai di ATM Link Bank BUMN Berbayar Mulai 1 Juni 2021

Ilustrasi Foto Mesin  ATM (Anjungan Tunai Mandiri) (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) (iStockphoto)

Sebelumya, penggunaan ATM Link milik Bank Himbara atau BUMN akan dikenai biaya administrasi tambahan mulai 1 Juni 2021. Ketentuan ini juga berlaku bagi seluruh nasabah Bank BNI, BRI, Bank Mandiri, dan BTN yang hendak mengecek saldo hingga melakukan penarikan tunai di ATM Link.

"Biaya administrasi ini berlaku terhitung mulai 01 Juni 2021 dan seterusnya sampai dengan adanya perubahan di kemudian hari," tulis Bank BNI dalam situs resminya, dikutip Jumat (21/5/2021).

Pengenaan biaya tambahan ini turut berlaku bagi nasabah yang mau melakukan pengecekan saldo. Per 1 Juni nanti, nasabah akan dikenai biaya Rp 2.500 saat mengecek saldo dari sebelumnya dikenakan biaya Rp 0 alias gratis.

Pemotongan biaya juga diberlakukan dalam aktivitas tarik tunai, dimana para nasabah akan dijatuhi biaya Rp 5.000 dari sebelumnya tak berbayar.

Pengecualian diberikan bagi kegiatan transfer antar bank, yang secara biaya transaksi tetap dikenakan biaya Rp 4.000 alias tidak berubah.

Adapun seluruh biaya transaksi tersebut akan didebet langsung dari rekening tiap nasabah pada saat melakukan transaksi seperti cek saldo, tarik tunai hingga transfer.

Seluruh ketentuan tersebut hanya berlaku dalam kegiatan transaksi antar Bank Himbara. Dalam situs resminya, Bank BNI mengingatkan nasabahnya bahwa bertransaksi di ATM bank lain tetap dikenai biaya transaksi lebih tinggi, seperti cek saldo Rp 4.000, tarik tunai Rp 7.500, dan transfer Rp 6.500.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: