Menengok Muzdalifah, Tempat Jemaah Mengambil Batu untuk Melempar Jumrah

Merdeka.com - Merdeka.com - Mabit atau bermalam di Muzdalifah menjadi salah satu rangkaian puncak pelaksanaan ibadah haji. Jemaah berada di Muzdalifah setelah sebelumnya melaksanakan wukuf di Arafah.

Tim Media Center Haji (MCH) Makkah yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melihat langsung area tempat para jemaah mabit di Muzdalifah. Lokasinya berada di sebuah area terbuka yang dibatasi pagar kawat. Di area itu juga terdapat toilet.

"Di sini fasilitas hanya toilet, tidak ada tenda. Tenda itu untuk antre saja ketika mulai siang biar enggak terlalu panas," kata Kadaker Makkah, Mukhammad Khanif, di Muzdalifah di sela peninjauan.

Di lokasi itu nantinya juga disediakan karpet. Tetapi jumlahnya tidak banyak.

lokasi jemaah haji mengambil batu
lokasi jemaah haji mengambil batu

Lia Harahap

Jemaah Dipersilakan Mengumpulkan Batu

Khanif menambahkan, saat berada di Muzdalifah, jemaah dipersilakan mencari dan mengumpulkan batu yang akan dibawa ke Mina. Batu-batu itu akan pakai untuk melempar jumrah.

Pengambilan jumlah batu disesuaikan dengan waktu mana yang dipilih jemaah untuk meninggalkan Mina. Jika jemaah mengambil nafar awal, mereka perlu membawa 49 buah batu. Jemaah yang mengambil nafar awal harus keluar dari Mina sebelum Magrib pada tanggal 12 Dzhulhijjah.

Namun bila jemaah mengambil nafar tsani, maka diperlukan batu sebanyak 70 buah. Jemaah yang mengambil nafar tsani maka harus bermalam (mabit) di Mina sampai 13 Dzulhijjah.

"Cari batu di sini. Kalau dikasih batu, pakai batu itu. Kalau mau nyari batu di sini bisa, tapi biasanya batu sudah disediakan juga," jelas Khanif.

Jemaah hanya sampai dini hari berada di Muzdalifah. Selanjutnya, jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Mina sebelum masuk pagi.

Jemaah akan menaiki bus menuju Mina. Total bus yang melayani jemaah dari Muzdalifah ke Mina tidak banyak. Mengingat lokasi di Mina tidak terlalu luas. Sehingga jika terlalu banyak armada akan menghambat lalu lintas.

"Jadi memang, bus taraddudi tidak seluruh jemaah bisa terangkut bersamaan. Jadi nanti akan diatur oleh maktab secara berangsur-angsur sampai seluruh jamaah haji diberangkatkan dari Muzdalifah ini ke Mina," tegas Khanif. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel