Menengok percetakan yang bikin UN amburadul

MERDEKA.COM. Pelaksanaan ujian nasional (UN) di 11 provinsi terpaksa ditunda. Amburadulnya UN tahun ini disebabkan distribusi naskah soal yang terlambat. Beberapa soal juga tertukar sehingga ribuan peserta UN, tak bisa menjalani ujian.

Salah satu faktor tertundanya UN adalah kegagalan PT Ghalia Indonesia Printing, memenuhi target pengiriman naskah soal UN. Perusahaan itu beralamat di Jl Rancamaya KM 1 Nomor 47, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. merdeka.com menengok kegiatan di percetakan yang lokasinya berada di areal permukiman warga itu.

Untuk menuju ke lokasi pabrik percetakan itu, lebar jalannya pun tidak cukup besar, namun cukup untuk kendaraan dari dua arah yang berbeda. Posisinya juga tak jauh dari Jl Raya Sukabumi yang saban hari selalu diwarnai kemacetan.

Sebelum masuk ke dalam areal pabrik, terdapat dua pintu yang membatasi area pabrik dan permukiman warga. Jaraknya sekitar lima meter dari ujung jalan, dan jarak pintu satu ke pos utama sekitar tujuh meter. Seluruh pagar diwarnai cat biru putih, sedangkan kantor manajemen bercat putih yang nampak luntur.

Ketika tiba di pos utama, suasana di dalam areal pabrik nampak sepi. Merdeka.com pun diberhentikan seorang security. Pria bernama Parsianto ini menanyakan maksud dan tujuan kedatangan di kompleks percetakan itu.

"Mau apa mas? Mohon tunggu sebentar, kami akan hubungi orang yang ditujukan, apakah mau menemui atau tidak," tegas Parsianto.

Saat menunggu, Parsianto menjelaskan, pabrik percetakan itu dikelola dua manajemen yang berbeda. Satu manajemen PT Yudhistira Ghalia Indonesia selaku penerbit buku pelajaran, dan PT Ghalia Indonesia Printing selaku perusahaan yang memiliki hajat untuk mencetak naskah soal UN.

Setelah menunggu sekitar 15 menit, merdeka.com bertemu dengan kuasa hukum PT Ghalia Indonesia Printing, Kamil Zacky. Dia dijemput dengan menggunakan motor oleh salah seorang satpam. Wawancara pun hanya dapat dilakukan sebatas di samping pos saja.

Kamil memaparkan, pabrik tersebut memiliki wilayah yang cukup luas, namun dia mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa besarnya. Ketika ditanya soal kapasitas mesin percetakan, ia juga tidak menjawab.

"Saya tidak tahu berapa kapasitasnya, itu teknisi yang tahu," ucapnya.

Baca juga:
5 Cerita amburadul pelaksanaan Ujian Nasional
UN diundur, M Nuh harus mundur
PT Ghalia balik tuding Kemendikbud telat serahkan soal UN

Topik Pilihan:
pemerkosaan| Kopassus |Lion Air JatuhKecelakaan |Pornografi

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.