Menengok Proses Pembuatan Ciu Bekonang Sukoharjo, Minuman Legendaris yang Terancam Hilang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hampir tiap wilayah di Indonesia mempunyai minuman tradisional yang jadi ciri khas. Tak sedikit di antaranya yang mengandung alkohol, termasuk ciu. Minuman ini berasal dari sebuah daerah kecil di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Melansir laman Merdeka.com, Senin (25/1/2021), selama ini Desa Bekonang memang terkenal sebagai sentra industri etanol di Sukoharjo, bahkan Jawa Tengah. Yang menarik, perajin etanol ini sebenarnya diatur dalam Perda setempat. Namun, yang diatur adalah etanol atau alkohol, sementara produk ciu masih dianggap ilegal. Selain itu, pandemi Covid-19 juga berpengaruh terhadap produksi mereka.

"Sejak pandemi, pembuatan alkohol di desa ini mengalami penurunan drastis hingga 75 persen, apalagi kalau pemerintah membahas tentang RUU larangan minuman beralkohol, semakin mengurangi angka produksi di desa ini, di mana warganya berpenghasilan utama dari membuat alkohol ini," terang Sabaryono, ketua Paguyuban Sentra Pembuatan Alkohol pada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Lalu, seperti apa sebenarnya situasi dan proses pembuatan ciu yang dilakukan para perajin di Desa Bekanong? Berikut tahap demi tahapnya.

Proses pembuatan ciu di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Proses pembuatan ciu di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Minuman keras selama ini dikenal sebagai budaya barat, padahal sejak abad ke-17, Indonesia sudah memproduksi alkohol tradisional. Di Desa Bekonang sendiri terdapat sekitar 50 pengrajin ciu dan etanol rumahan.

Proses pembuatan ciu di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Proses pembuatan ciu di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Ciu Bekonang dibuat dari hasil penyulingan tetes tebu yang telah difermentasi. Umumnya, tetes tebu ditampung dalam wadah setinggi dua meter.

Proses pembuatan ciu di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Proses pembuatan ciu di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelum disuling, tetes tebu akan dicampur dengan air. Setelah itu, campuran diaduk secara merata. "Kalau tidak merata, fermentasi tidak akan berjalan dengan baik," ujar Sabaryono.

Proses pembuatan ciu di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Proses pembuatan ciu di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Tetes tebu yang siap disuling dipindahkan menggunakan mesin pompa air. Hal itu dilakukan untuk menghemat waktu dan menjaga agar tak ada tetes tebu yang tumpah dan terbuang.

Proses pembuatan ciu di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Proses pembuatan ciu di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Proses fermentasi tetes tebu memakan waktu 5--7 hari. Setelah itu, jika seluruh gelembung hilang, tetes tebu siap didestilasi atau disuling. Untuk ukuran 200 liter tetes tebu, proses penyulingan membutuhkan waktu selama 3--4 jam.

Menengok Pembuatan Ciu Bekonang Sukoharjo, Minuman Beralkohol Legendaris yang Terancam Tutup. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menengok Pembuatan Ciu Bekonang Sukoharjo, Minuman Beralkohol Legendaris yang Terancam Tutup. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Demi mendapat kualitas alkohol yang baik, proses penyaringan jadi salah satu tahapan terakhir yang sangat diperlukan. Minuman tersebut disaring menggunakan karung beras agar tidak ada kotoran yang tersisa. Penyulingan dan penyaringan akan menghasilkan minuman yang jernih, nyaris tampak seperti air.

Menengok Pembuatan Ciu Bekonang Sukoharjo, Minuman Beralkohol Legendaris yang Terancam Tutup. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menengok Pembuatan Ciu Bekonang Sukoharjo, Minuman Beralkohol Legendaris yang Terancam Tutup. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kadar alkohol yang dihasilkan dari proses penyulingan bisa bervariasi, antara 35--90 persen. Tapi, umumnya, pembuat ciu bekonang mempertahankan kadar alkohol dalam minuman sebesar 90 persen. Ciu biasanya dijual dengan botol bekas air mineral 600 mililiter dengan harga per botol sekitar Rp20 ribu sampai Rp25 ribu.

Menengok Pembuatan Ciu Bekonang Sukoharjo, Minuman Beralkohol Legendaris yang Terancam Tutup. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menengok Pembuatan Ciu Bekonang Sukoharjo, Minuman Beralkohol Legendaris yang Terancam Tutup. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Usaha pembuatan alkohol yang sudah berjalan 20 tahun di desa itu pun terancam gulung tikar karena pandemi. Sabaryono mengaku, pandemi ini membuat penjualan dan pembuatan alami menurun.

Jika usaha mereka nantinya memang ditutup, para perajin berharap pemerintah memberi solusi. Pasalnya, tak sedikit di antara mereka yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari produksi ciu bekonang.