Menentang Kolonialisme dan Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Siapa MH Manullang?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Medan Mangaradja Hezekiel (MH) Manullang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Usulan ini berdasarkan pembahasan dan kesepakatan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumatera Utara (Sumut).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, R Sabrina, yang juga Ketua TP2GD Sumut, memimpin sidang pembahasan usulan calon Pahlawan Nasional di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.

Peserta sidang terdiri dari Tim Pengusul, Pusat Studi Humaniora Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed), perwakilan dari unsur TNI, kepolisian, pejuang, pakar, akademisi, dan sejarawan.

Sabrina meminta seluruh peserta sidang dapat menyampaikan masukan terkait penyiapan data pengusulan MH Manullang sebagai Pahlawan Nasional. Agar usulan dapat segera diproses dan disetujui Pemerintah Pusat.

"MH Manullang sudah diakui pemerintah sebagai perintis kemerdekaan tahun 1967 dalam menentang kolonialisme, khususnya di Tanah Batak, dan layak kita ajukan sebagai calon Pahlawan Nasional tahun 2021 dari Sumut," kata Sabrina, Jumat (26/3/2021).

Disebutkan Sabrina, sidang tersebut bukanlah merupakan ujian, melainkan bagian dari persiapan untuk pengajuan gelar Pahlawan Nasional ke Kementerian Sosial (Kemensos). Para peserta sidang harus memiliki pemahaman yang sama.

"Pengusulan ada batasan, yakni hanya boleh tiga kali," ujarnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Alasan Diusulkan Pahlawan Nasional

Penelitian dan seminar membahas tentang MH Manullang sudah dilakukan sejak tahun 2008
Penelitian dan seminar membahas tentang MH Manullang sudah dilakukan sejak tahun 2008

Ketua tim pengusul yang merupakan Ketua Pusat Studi Humaniora LPPM Unimed, Ichwan Azhari, memaparkan alasan kenapa MH Manullang diusulkan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional.

"Beliau konsisten berjuang melawan kolonialisme di Tanah Batak, dan merupakan pejuang agraria, juga berjuang melalui media (pers) yang didirikannya (Sinondang Baru, Soara Batak) maupun lewat organisasi HKB (1917)," sebutnya.

Ichwan mengatakan, penelitian dan seminar membahas tentang MH Manullang sudah dilakukan sejak tahun 2008. Seminarnya sudah dilakukan sebanyak 4 kali, tahun 2009, 2020, dan 2 kali di 2021.

"Hasil seminarnya juga sudah dijadikan buku biografi tentang MH Manullang," ujarnya.

Ichwan menjelaskan, MH Manullang merupakan pejuang yang bergerak dibanyak sektor. Selain pejuang agraria, tokoh pers, juga pejuang yang humanis dalam bidang emansipasi perempuan.

HM Manullang juga berjuang lewat jalur politik sampai menemui Gubernur Jenderal Belanda di Jakarta dalam rangka meminta agar Tanah Batak dilindungi dari pengambil alihan lahan petani oleh pemodal perkebunan luar, di samping meminta menghapuskan Belasting, Kerja Rodi serta penurunan pajak serta membangun fasilitas kesehatan.

Menurut Ichwan, MH Manullang yang terus berjuang pada masa pendudukan Jepang dan masa pendudukan sekutu atau NICA (Netherland Indies Civil Administration) sehingga juga dipenjarakan oleh kedua penjajah asing, layak diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

"Dengan pengusulan ini tentu rakyat Sumut bangga semakin banyak tokoh-tokoh penting yang mendapat penghormatan secara nasional yang berasal dari provinsi ini," ucapnya.

Sejumlah Masukan

Pada sidang tersebut memberikan beberapa masukan
Pada sidang tersebut memberikan beberapa masukan

Sekretaris Umum Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD 45) Eddy Sofyan, pada sidang tersebut memberikan beberapa masukan, salah satunya mengusulkan agar Tim Pengusul meminta surat rekomendasi dari HKBP untuk pengusulan MH Manullang sebagai Pahlawan Nasional.

"Jika ada dukungan dari HKBP akan dapat memberikan dampak besar pada pengusulannya," ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Sumut, Rajali, mengajak agar Tim Pengusul memantapkan usulanya. Apapun yang dilakukan, adalah bentuk syukur pada Tuhan. Dengan menggunakan pengetahuan dan kesehatan, dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk nusa dan bangsa.

"Setelah ini kita saling komunikasi dan konsultasi untuk memantapkan usulan kita," katanya.

Siapa Tuan MH Manullang?

Peserta sidang terdiri dari Tim Pengusul, Pusat Studi Humaniora Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed), perwakilan dari unsur TNI, kepolisian, pejuang, pakar, akademisi, dan sejarawan
Peserta sidang terdiri dari Tim Pengusul, Pusat Studi Humaniora Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed), perwakilan dari unsur TNI, kepolisian, pejuang, pakar, akademisi, dan sejarawan

Tuan MH Manullang lahir di Tarutung, 20 Desember 1887 dan meninggal di Jakarta, 20 April 1979. Berjuang secara konsisten sejak tahun 1906 menentang kolonialisme di Tanah Batak, maupun lewat media yang didirikannya, yaitu Sinondang Baru dan Soara Batak.

Tidak sampai di situ, MH Manullang yang diusulkan sebagai Pahlawan Nasional juga berjuang lewat organisasi HKB tahun 1917.

Saksikan video pilihan di bawah ini: