Menerka Keterkaitan Pengusaha Tempat Hiburan di Pekanbaru dengan Kasus Korupsi Proyek Jalan

Liputan6.com, Pekanbaru - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruangan kerja di rumah pengusaha bernama Dedi Handoko. Satu koper berisi dokumen terkait proyek jalan di Bengkalis dan beberapa daerah lainnya dibawa penyidik.

Penggeledahan di Jalan Tanjung Uban, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru itu berlangsung sejak Kamis pagi, 28 November 2019, tepatnya pukul 10.00 WIB. Kegiatan pengumpulan barang bukti proyek jalan itu baru selesai pukul 21.30 WIB.

Tidak ada satupun komentar dari penyidik KPK ketika keluar dari komplek yang ada sekolahnya itu. Penyidik hanya berlalu, dikawal personel polisi bersenjata lengkap dan masuk ke mobil.

Pantauan wartawan, penyidik membawa satu koper diduga berisi dokumen terkait korupsi jalan di Bengkalis. Ada pula sejumlah kantong plastik berisi kertas diduga barang bukti.

Ada empat mobil yang keluar dari gerbang. Tak lama kemudian, pria bernama Syam Daeng Rani keluar berjalan kaki menuju mobilnya di luar pagar. Dia diketahui sebagai kuasa hukum Dedi Handoko.

Kepada wartawan, Syam mengaku tidak begitu tahu masalah apa yang tengah melilit kliennya. Keberadaannya di sana untuk menyaksikan penggeledahan di beberapa ruangan.

"Yang kita tahu ada penyitaan beberapa berkas," kata Syam, Kamis malam.

Berdasarkan pengamatan Syam, beberapa dokumen yang disita berkaitan dengan proyek-proyek, salah satunya proyek jalan di Bengkalis. Proyek ini terkait pembangunan jalan di Pangkalan Nyirih dengan sistem tahun jamak.

"Jalan multiyears, (di Pekanbaru) tidak ada. Ada 15 item dokumen yang disita," terang Syam.

Latar Belakang DH

Bupati Bengkalis Amril Mukminin usai diperiksa penyidik KPK di Pekanbaru beberapa waktu lalu. (Liputan6.com/M Syukur)

Selain Bengkalis, 15 item itu juga terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Rokan Hulu. Ada pula dengan kegiatan di Pemerintahan Provinsi Riau tahun anggaran 2019.

Hingga kini, Syam tidak tahu posisi kliennya dalam kasus ini, apakah tersangka atau berstatus saksi. Termasuk posisi Dedi dalam proyek itu, apakah sebagai kontraktor atau sub kontraktor.

"Saya tidak tahu, yang jelas ruangan beliau disegel tadi," imbuh Syam.

Pantauan di lapangan, penyidik hanya membawa berkas. Tidak ada orang, termasuk Dedi, yang digiring penyidik ke mobil untuk diproses lebih lanjut.

Sebelumnya, Dedi pernah dipanggil penyidik KPK sebagai saksi dugaan korupsi di Bengkalis. Kasus ini, khususnya terkait jalan di Pangkalan Nyirih, telah menyeret Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Sebagai informasi, Dedi Handoko atau akrab disapa DH merupakan pengusaha sejumlah tempat hiburan di Pekanbaru. Kemajuan pada bisnisnya membuat DH mengembangkan sayap pada usaha perkebunan, salah satunya di Rokan Hulu.

Selain usaha hiburan, DH juga punya perusahaan di bidang pengadaan barang dan jasa. Sejumlah proyek pernah dipegangnya, baik itu di Pekanbaru atau daerah lainnya.

 

Simak video pilihan berikut ini: