Menerka Soal SKD CPNS dan CPPPK Tahun 2021

·Bacaan 4 menit

VIVA – Mengutip informasi yang disampaikan melalui situs kanal https://menpan.go.id/ pada tanggal 20 April 2021 bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mewakili Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun 2021 telah menerima Naskah Soal Seleksi CASN Tahun 2021.

Pada kesempatan tersebut disaksikan oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Kemendikbud selaku Tim Penyusun Naskah Seleksi kepada KemenpanRB selaku perwakilan Panselnas.

Naskah soal tersebut nantinya akan digunakan dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Seleksi Kompetensi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah formasi Tahun 2021.

Hingga saat ini tidak sedikit orang yang masih menduga-duga kisi-kisi soal yang akan digunakan dalam SKD CPNS dan CPPPK Tahun 2021. Karena untuk dapat lulus SKD setidaknya peserta seleksi harus mencapai ambang batas (passing grade) yang telah ditetapkan oleh Panselnas.

Untuk mencapai ambang batas (passing grade) yang ditetapkan oleh Panselnas tentunya tidak mudah jika kita tidak menguasai materinya. Untuk mampu menguasai materinya secara baik tentunya kita harus belajar. Tidak ada jalan lain selain belajar dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Soal SKD CPNS dan CPPPK terdiri dari tiga kelompok materi. Ketiga kelompok soal dimaksud adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Penulis mencoba menemukenali kisi-kisi SKD CPNS dan CPPPK dari situs kanal https://menpan.go.id/ yang digunakan pada SKD CPNS tahun 2017 dan 2019. Pertama, kelompok soal TWK bahwa TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) pilar kebangsaan Indonesia.

Empat pilar itu meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Indoensia (NKRI). NKRI in mencakup sistem Tata Negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Peserta seleksi untuk dapat melampaui ambang batas (passing grade) TWK yang ditetapkan oleh Panselnas harus menguasai pengetahuan dan implementasi dari nilai-nilai 4 (empat) pilar kebangsaan Indonesia.

Misalnya kemampuan peserta seleksi yang harus dikuasi dalam penguasaan pengetahuan tentang Pancasila. Tentunya peserta seleksi tidak boleh hanya menghapal sila pertama sampai kelima.

Namun, harus mengusai pengamalan dari setiap sila dan pengimplementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga penguasaan pengetahuan tentang Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Indoensia (NKRI).

Kelompok soal yang kedua adalah TIU. Kelompok soal TIU dimaksudkan untuk menilai kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis. Tes ini juga untuk menilai kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi, perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka.

TIU juga untuk mengetahui kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis, dan kemampuan berpikir analitis, yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

Peserta seleksi untuk dapat melampaui ambang batas (passing grade) TIU tentunya tidak cukup hanya belajar pengetahuan. Namun, peserta seleksi harus banyak berlatih menyelesaikan soal-soal TIU.

Agar ketika tes SKD berlangsung akan terbiasa menyelesaikan soal-soal TIU. Apalagi peserta seleksi dari rumpun ilmu sosial. Tentunya harus banyak belajar dan berlatih pada kelompok soal TIU jika ingin melampaui ambang batas (passing grade).

Kelompok soal yang ketiga yaitu TKP. Kelompok soal TKP digunakan untuk menilai integritas diri, semangat berprestasi, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orientasi kepada orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan.

Selain itu TKP juga digunakan untuk menilai kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

Kelompok soal yang ketiga ini yaitu TKP. Memiliki penilaian yang berbeda. Jika untuk kelompok soal TWK dan TIU memiliki alternatif jawaban benar dan salah. Maka, pada kelompok soal TKP tidak ada benar dan salah.

Hanya mempunyai penilaian positif dan negatif. Skor pada soal TKP memiliki rentang nilai 1 sampai dengan 5. Tentunya hal ini bukan hal yang mudah bagi peserta seleksi untuk dapat melampaui ambang batas (passing grade) jika tidak terbiasa belajar dan berlatih dalam menyelesaikan kelompok soal TKP.

Semoga pemaparan penulis dalam rangka menemukenali kisi-kisi soal SKD CPNS dan CPPPK dapat bermanfaat bagi para pejuang CASN. Sekali lagi penulis berpesan, tidak ada jalan lain kecuali belajar dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semoga kesuksesan membersamai perjuangan kalian para pejuang CASN tahun 2021. (Wardani, Dosen IAIN Metro Lampung, Alumni Bakrie Graduate Fellowship Tahun 2013)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel