Meneropong Prospek NFT sebagai Aset Digital pada 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Aset digital Non-Fungible Tokens (NFT), menjadi sorotan sepanjang 2021. Untuk pertama kalinya, topik NFT bahkan masuk ke pencarian terbanyak melampaui ‘kripto’ dalam Google Trends secara global di tahun ini. Saat pasar aset kripto alami penurunan volume transaksi selama beberapa minggu terakhir, penjualan NFT telah melonjak.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) yang juga COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda menilai, tampaknya minat masyarakat pada NFT akan meningkat secara eksponensial pada 2022.

"Tren NFT semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini karena minat masyarakat untuk memperjual-belikan aset dan karya seni digital melalui NFT semakin tinggi, seiring dengan pengetahuan mereka soal manfaatnya dan peluang pada pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital," kata pria yang akrab disapa Manda, Jumat (31/12/2021).

Sejalan dengan kepopuleran NFT pada 2021, tak heran jika tren investasi virtual ini bakal berkembang pada 2022. Manda mengatakan NFT telah mendarat di setiap sektor yang memiliki potensi, tak terkecuali di Metaverse dan platform investasi digital lainnya.

Data dari DappRadar menunjukkan pada kuartal III 2021, penjualan NFT mencapai USD 10,7 miliar atau berkisar Rp 152 triliun di seluruh dunia. Angka ini naik tajam dari hanya USD 1,3 miliar atau Rp 18,5 triliun pada kuartal II, dan kuartal I sebesar USD 1,2 miliar atau Rp 17 triliun.

"Di Indonesia sendiri aset digital NFT masih tergolong baru, belum ada data lengkap mengenai tren pertumbuhannya. Meski begitu, dilihat dari pasar semakin mature, dengan banyaknya marketplace NFT yang bermunculan salah satunya TokoMall by Tokocrypto," tutur Manda.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pelopor MarketPlace NFT

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

TokoMall jadi pelopor marketplace NFT di Indonesia. Sejak diluncurkan Agustus 2021 lalu, kini, telah memiliki lebih dari 10,000 kolektor, 60 mitra resmi, dan lebih dari 8.000 NFT.

Head of TokoMall, Thelvia Vennieta, mengungkap tahun 2022 nanti, TokoMall punya sejumlah konsep dan fitur baru untuk tumbuhkan pasar NFT di Indonesia.

"TokoMall sekarang itu masih early stage. Kita baru launching itu pertengahan Agustus, masih banyak hal yang harus kita improve.Kita ingin masyarakat umum itu tertarik dulu dengan NFT, baru on top of that kita masuk ke Metaverse, gaming, properti, kemudian community, membership. Either, kita nanti akan masuk ke semacam ticketing, jadi kalian bisa beli NFT ini, kesempatan untuk dapat tiket masuk ke event tertentu," jelas Thelvia dalam video diskusi Ngobrolin NFT di YouTube.

Seperti istilahnya, pengertian NFT sendiri adalah barang digital yang tak tergantikan. Ini bisa berupa gambar, karya seni, koleksi, cuplikan video, album musik, item dalam game, dan banyak item lainnya. NFT dicetak di blockchain, mirip dengan cryptocurrency.

Oleh karena itu mereka unik dan langka dan sulit untuk dipalsukan. Investor digital memanfaatkan aset digital NFT demi menghasilkan uang dalam jumlah besar dengan jangka waktu singkat. Sebuah NFT tunggal dapat dibeli dan dijual beberapa kali.

Namun, pembeli harus membayar biaya royalti kepada pemilik atau pencipta asli dengan setiap penjualan, biasanya sekitar 10 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel