Mengajak K-Fans Bijak dan Cerdas Menggunakan Media Sosial

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi mengadakan kegiatan webinar bertajuk "K-Fans Cerdas Bermedia Sosial".

Webinar ini menampilkan narasumber: Nadia Aisyah, Tiffani Afifa (konten kreator), Dewi S. Sari dari Komite Edukasi Mafindo, dan Ayu Minarti (kreator konten).

Nadia Aisyah mengatakan, Indonesia menjadi negara dengan fans artis Korea terbanyak di dunia. Masyarakat kita menjadi penikmat, penonton, dan fans artis korea terbesar di dunia. Hal itu bisa kita manfaatkan dengan menjadi Influencer atau konten kreator yang membahas segala hal tentang Korea.

"Kita harus bijak dan pintar menjadi K-Fans dengan memanfaatkan peluang yang ada, buat konten yang menarik dan positif tentang budaya Korea, lakukan secara konsisten agar meningkatkan jumlah pengikut kita. Karena sangat banyak pengguna media sosial di Indonesia menyukai konten yang berhubungan dengan Korea," ujar Nadia dalam rilis yang diterima dari Kominfo RI, kemarin.

Sementara Tiffani Afifa memberikan tips kepada k-fans yang menjadi konten kreator. Produksi konten K-Pop yang bermanfaat serta berikan informasi yang jelas dan benar agar mendapatkan perhatian dan kepercayaan dari penonton. Jadilah konten kreator yang cerdas dan ciptakan ciri khas khusus konten kita yang akan menjadi pengingat bagi penonton.

Tiffani juga mengajak k-fans lebih memperhatikan konten yang disebar di media sosial. "Sebagai K-Fans yang cerdas dan berbudaya, mari sebar konten positif dan bermanfaat agar mengubah pandangan negatif publik kepada kita selama ini."

Dewi S Sari dari Komite Edukasi Mafindo justru mengimbau k-fans lebih bijak menggunakan media sosial.

"Kita dikenal dengan netizen kejam di media sosial. Contohnya saat ada artis Korea yang memainkan peran sebagai selingkuhan, banyak netizen Indonesia yang menyerang dan menghujat artis tersebut di akun media sosialnya. Padahal itu hanya peran, tidak ada hubungan dengan urusan pribadinya," jelasnya.

Dewi juga meminta k-fans tetap mengedepan budaya bangsa daripada budaya asing. Kita boleh saja mencontoh cara berpakaian, cara bicara dan gaya hidup artis Korea idola kita. Namun, kita harus tetap mengedepankan budaya dan etika kita sebagai anak bangsa Indonesia yang dikenal sopan dan santun. Lebih cerdas dalam mencontoh budaya asing tanpa meninggalkan budaya asli, imbau Dewi.

Terakhir, Ayu Minartijuga mengajak k-fans lebih berhati-hati melakukan transaksi merchandise secara online.

"Kita harus cakap dalam menggunakan media digital, khusus media sosial. Amankan data dan akun, saat melakukan pembelian merchandise secara online agar terhindar dari kejahatan pencurian data, password, dan nomor kartu kredit.

Ayu juga membagikan tips aman transaksi merchandise online. "Gunakan aplikasi belanja online yang resmi agar terhindar dari penipuan saat membeli merchandise secara online. Jangan gunakan Wifi publik serta rahasiakan PIN dan Kode OTP yang dikirim saat melakukan transaksi dan gunakan metode pembayaran aman yang memiliki riwayat transaksi agar kita memiliki bukti jika terjadi masalah nanti," jelas Ayu.

Webinar ini untuk mendukung peningkatan skill masyarakat di media digital khususnya media sosial. Menurut National Leadership Conference on Media Education, literasi media sebagai kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi dan mengkomunikasikan pesan dalam pelbagai bentuknya.

Riset We Are Social Hootsuite per Februari 2022 menyebutkan, Indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet dan pengguna media sosial aktif mencapai 191,4 juta. Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 berada pada level "sedang" dengan skor 3,49.

Kominfo RI GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau https://literasidigital.id/ [sya]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel