Mengaku Anggota Polda Jateng, BP Tipu Wanita Muda

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tongkrongan pria bernama BP atau Bambang Prihatmono ini memang perlente. Berbadan tegap, berambut cepak, pakai kacamata, mengaku anggota polisi lulusan Akpol pula. Wanita pun bisa-bisa langsung bersenandung terpesona.

Ya begitulah dengan apa yang terjadi pada DF (21 tahun), resepsionis sebuah hotel asal Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Terbujuk rayu Bambang sang "perwira" berpangkat Iptu tersebut, ia pun dibawa melayang pada masa depan karena janji akan dinikahi.

Namun janji tinggal janji. Si Bambang ternyata hanyalah polisi gadungan. Profesi aslinya, makelar mobil asal Kampung Kertonegaran, di Kabupaten Batang sana. Yang tambah nyesek, korban sudah keluarin uang dan perhiasan yang kalau ditotal hingga 19 juta rupiah kepada Bambang.

Awal kisahnya saat BP alias Bambang alias Aji Pratama, alias Muhammad Nadjib tersebut menginap di Hotel Mutiara Kendal, tempat DF bekerja sebagai resepsionis. Mereka pun berkenalan. Kepada DF, si Bambang mengaku anggota polisi berpangkat Iptu dan bertugas di Polda Jawa Tengah. Agar meyakinkan, ia menunjukkan seragam polisi yang ia simpan di mobil. Padahal seragam itu ia beli di pasar Yogyakarta sana.

DF pun jadi percaya. Apalagi ia dijanjikan akan dilamar dan dinikahi. Mungkin hatinya berbunga-bunga dan membayangkan akan berseragam merah jambu sebagai ibu Bhayangkari kelak.

Tapi rupanya itu hanya taktiknya si polisi gadungan tersebut. Begitu yakin, DF pun sampai rela memberikan uang dan perhiasan selama menjalin hubungan. Bambang yang merasa menang dan mendapat hasil pun, beberapa waktu kemudian malah kabur. DF pun baru sadar kalau tertipu. Ia pun melapor ke Polres Kendal.

Polisi pun memburu si polisi gadungan dan berhasil membekuknya. Saat digelandang ke Polres, tongkrongan perlentenya berubah jadi masam. Di depan petugas ia mengaku seorang makelar mobil. Aksinya mengaku polisi semata-mata ingin menguasai harta benda korbannya.

Wakapolres Kendal, Kompol Donny Eko Listianto kepada wartawan mengatakan, si Bambang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mempunyai banyak nama samaran.

"Kenalan ngakunya polisi dari Polda, lalu janji mau menikahi. Namun seiring berjalannya waktu si BP alias AP alias MN ini meminta uang dan perhiasan korbannya," jelas Kompol Donny saat pers rilis di Mapolres Kendal, Selasa, 18 Mei 2021.

Tersangka BP mengaku belum melakukan hubungan yang lebih intim dengan korbannya. Ia berdalih hanya ingin mendapatkan uang dan barang saja.

"Tidak, saya tidak ajak ngamar," akunya.

Ia juga mengaku punya cita-cita jadi polisi. Sehingga ia pun membeli baju seragam polisi di Yogyakarta. Namun seragam itu kemudian ia manfaatkan untuk meyakinkan korban sehingga mau menyerahkan uang dan perhiasan.

"Biar orangnya percaya sama saya. Biar percaya maka saya ngaku polisi dinas di Polda Jateng. Dan ia percaya dan mau memberikan uang dan perhiasan yang ia punya," katanya.

Kepada polisi, BP mengaku sudah menghabiskan uang dan perhiasan yang diberikan korban untuk berbagai keperluan.

Atas perbuatannya, BP disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP Jo 64 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Polisi kini sudah mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya seragam Polri yang dibeli BP di Jogja.

Laporan Teguh Joko Sutrisno/tvOne Semarang

Baca juga: Viral Tas Milik Wanita Cantik di Jagakarsa Dijambret, Pelaku Ditangkap