Mengandalkan Rendang dalam Kampanye Indonesia Spice Up The World

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Rendang ditetapkan sebagai produk andalan atau list utama dalam "Indonesia Spice Up The World" atau "Membumbui Dunia". Program tersebut melibatkan lintas kementerian/lembaga untuk mengampanyekan kuliner Indonesia kepada dunia. Melalui program tersebut, beragam bumbu dan kuliner Indonesia akan semakin dikenal dan diminati masyarakat internasional.

"Kontribusi kuliner bagi PDB nasional terbesar di antara subsektor ekonomi kreatif lainnya, yakni sebesar 27,5 miliar USD dengan 2,2 juta tenaga kerja yang terserap. Namun, sayangnya, masakan-masakan Indonesia yang beraneka ragam dan kaya akan cita rasa ini masih kurang dikenal masyarakat global," tulis Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam akun Instagramnya, Senin, 19 April 2021.

Ia menyatakan, melalui kampanye tersebut, bumbu-bumbu dan kuliner Indonesia diharapkan dapat semakin dikenal dan diminati masyarakat luar negeri. Menindaklanjuti hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengunjungi salah satu sentra IKM Rendang di Kota Payakumbu, Kamis, 22 April 2021. Terdapat 23 IKM binaan pemkot bergabung dan mendapat pendampingan, mulai dari produksi hingga kemasan.

"Kita gerak cepat dan kita langsung konkret setelah rakor yang dilaksanakan minggu lalu. Kita dorong bersama 'The City of Rendang' agar dapat langsung mengambil tempat di ‘Indonesia Spice Up The world’," kata Menparekraf.

Menurut Sandiaga, produk IKM dari Kota Payakumbuh itu akan dipromosikan di Dubai Expo pada tahun ini. Selain itu, para pengusaha UMKM juga akan dilibatkan dalam program pendampingan dan peningkatan kapasitas yang dimiliki Kemenparekraf, di antaranya digital marketing terintegrasi, perluasan pasar ke marketplace, konsultasi pengelolaan bisnis, konsultasi keuangan, juga bedah desain kemasan.

"Saya minta sentra-sentra IKM seperti ini bersiap-siap karena kita akan melakukan gerakan kolosal Indonesia incorporated untuk mendukung produk ekonomi kreatif, khususnya kuliner. Beberapa kali rendang berada di posisi teratas dan kita sudah tetapkan rendang sebagai top of the list," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Sebelumnya, pakar kuliner William Wongso dalam sebuah peluncuran Pawon Om Wil, beberapa waktu lalu, mengungkapkan kesulitan Indonesia dalam mempopulerkan kuliner di dunia internasional adalah belum ada rasa yang standar dari masing-masing menu. Di sisi lain, sejak dulu rempah-rempah Indonesia merupakan daya tarik bangsa asing untuk datang.

Dengan memperkenalkan bumbu-bumbu, hal itu menjadi langkah awal untuk memfamiliarkan kuliner Indonesia di mata internasional. Selain itu, pemasaran bumbu Indonesia diharapkan memberikan multiplier effect, baik bagi produsen bumbu maupun para petani yang membudidayakan rempah-rempah.

Jadi Bingkisan Lebaran

Bumbu-bumbu yang diperlukan untuk membuat rendang. (dok. Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenparekraf)
Bumbu-bumbu yang diperlukan untuk membuat rendang. (dok. Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenparekraf)

Dalam kunjungan tersebut, Menparekraf menyebut produk rendang dri IKM di Payakumbuh telah siap jual. Ia mendorong masyarakat untuk menjadikannya sebagai bagian dari bingkisan lebaran. Langkah itu diharapkan bisa menjadi pengganti silaturahmi bagi keluarga di libur lebaran menyusul larangan mudik yang diberlakukan guna menekan penyebaran Covid-19.

"Kemasannya sudah bagus, dan ini termasuk salah satu produk ekonomi kreatif yang nantinya kita harapkan mengisi parcel-parcel lebaran. Pemerintah dalam beberapa hari kedepan akan memfinalisasi kebijakan subsidi ongkir (ongkos kirim) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan. Dalam beberapa hari ke depan akan kita umumkan hasilnya," kata Sandiaga.

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi mengatakan siap mendukung program pemerintah dalam mempromosikan rendang. Ia pun mengundang berbagai pihak untuk dapat bekerja sama dengan IKM di Payakumbuh.

"Kalau ada swasta yang ingin investasi atau bekerja sama, kami sangat terbuka. Kami memiliki format-format kerja sama dengan ketentuan yang berlaku," kata Riza Falepi, dalam rilis yang diterima Liputan6.com.

Diplomasi Indonesia via Jalur Kuliner

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: