Mengapa Dosis Kedua Vaksin AstraZeneca Lebih Lama? Ini Alasannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia telah menerima berbagai merek vaksin Covid-19 yang didatangkan dari luar negeri dalam usaha mengentaskan pandemi. Masing-masing vaksin tersebut memiliki sejumlah perbedaan mulai dari kandungan vaksin, efek samping yang ditimbulkan hingga jangka waktu pemberian dosis kedua.

Vaksin AstraZeneca merupakan salah satu vaksin yang memiliki jangka waktu pemberian dosis kedua yang cukup lama dibanding merek vaksin lainnya. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 4-12 minggu untuk penyuntikan dosis kedua setelah penyuntikan pertama. Apa alasannya?

“Alasan dosis kedua AstraZeneca harus menunggu antara 8-12 minggu, dan sebaiknya menunggu selama 12 minggu, karena dinilai akan memberikan pembentukan antibodinya lebih baik,” ujar Ph.D Candidate in Medical Science Kobe University, dr Adam Prabata saat melakukan Live Streaming Instagram-nya, Selasa (14/9/2021).

Level 1 yakni menunggu 8-12 minggu yakni jangka waktu pemberian dosis 2, level 2 yakni menunggu 15-25 minggu, dan level 3 yakni menunggu 44-45 minggu. Meski jangka waktu level ketiga dinilai lebih baik, dr Adam Prabata lebih menganjurkan untuk mengikuti sesuai prosedur yang telah disediakan oleh pemerintah dibanding harus menunggu selama satu tahun.

“Kalau vaksin kedua tersebut ternyata kelewatan dari 12 minggu, tidak apa-apa, tapi kalau bisa sesegera mungkin langsung divaksin dan mengikuti jadwal sesuai pemerintah. Karena jika hanya penggunaan vaksin dosis satu saja tidak terlalu bagus keefektivitasannya,” ujar dr. Adam Prabata.

Pemerintah dan ahli vaksin dari berbagai negara akan terus melakukan uji klinis seputar efektivitas dari masing-masing vaksin covid-19 yang telah dihadirkan dan disebarkan di dunia. Sehingga ada beberapa pihak melakukan perpanjangan jangka waktu pemberian dosis vaksin kedua lebih lama terhadap vaksin tertentu didasarkan pada hasil penelitian uji efektivitas.

(MG/ Azarine Jovita Halim)

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel