Mengapa Harus Memiliki Sikap Qana'ah dalam Hidup?

Syahdan Nurdin, sahabat-26
·Bacaan 2 menit

VIVA – Qana'ah adalah sikap menerima apapun yang Allah tetapkan kepada seorang hamba. Puas dengan pemberian maupun ketentuan dalam segala sendi kehidupan. Ada orang yang memiliki sikap kebahagiaan meski hidupnya hanya berbekal keserdahaan, uang yang tak seberapa, kendaraan biasa saja, maupun barang kebutuhan lainnya.

Sementara ada orang kaya raya, hartanya berlimpah, rumahnya megah, kendaraan mewah, jabatannya tinggi. Akan tetapi memiliki sikap yang tamak, selalu merasa kurang dan memikirkan harta benda agar selalu bertambah, tidak mementingkan datangnya baik dari sumber halal maupun haram.

Alangkah lebih hinanya lagi adalah orang yang serba kekurangan sibuk dengan yang tidak ada. Maka dalam hidup selamanya akan menderita karena selalu memikirkan terhadap sesuatu yang tidak dimilikinya. Keridhaan ini tidak hanya urusan dunia tetapi juga dalam menerima segala sesuatu yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala.

Barangsiapa yang menerima atau keridhaan terhadap setiap takdir atau ketentuan yang telah ditetapkan, maka sejatinya hamba itulah yang membuat Allah ridha padanya. Sehingga dalam kesehariannya akan selalu dilimpahi keberkahan dan sikap tenang segala urusannya.


Dapat simpulkan bahwa keridhaan itu ada dua, yaitu keridhaan terhadap pemberian dan menerima setiap ketentuan Allah Ta’ala. Sikap menerima lapang dada dan bersyukur atas segala pemberian merupakan bagian dari sikap qana’ah tersebut.

Bayangkan orang yang inginnya dicintai Allah, selalu ingin dekat dengan-Nya dan menaati segala sesuatu yang dapat mengantarkan keridhaan Allah.

Maka hal tersebut akan dilakukan sekuat tenaga, semampunya dan sepahit apapun kondisi tersebut. Ketika seorang hamba hanya mengharapkan kedudukan, balasan dan cinta di sisi Allah, inilah sebenarnya yang membuat seseorang kuat menanggung apapun untuk menjalani hidup karena dasarnya adalah sikap qana’ah.

Maka sudah selayaknya seorang mukmin yang baik selalu memperhatikan terhadap perbuatan, perkataan maupun tingkah lakunya.

Sebab nantinya akan dimintakan pertanggungjawaban di akhirat kelak, saat hari perhitungan amal dilakukan. Seseorang yang di dalam hatinya terdapat rasa syukur mampu mendatangkan kehidupan yang penuh keberkahan dan kecukupan nan selalu dalam limpahan rahmat-Nya. Wallahu’alam bishawab