Mengapa Hitung Suara Pemilu AS Butuh Waktu Cukup Lama

Ezra Sihite
·Bacaan 2 menit

VIVA - Belum bisa dipastikan siapa yang bakal menjadi Presiden Amerika Serikat periode 2021-2025 sekalipun pada saat ini calon presiden Joe Biden memimpin secara popular vote maupun electoral vote yakni suara elektoral. Sementara itu, Donald Trump juga diprediksi masih memiliki peluang khususnya di negara-negara bagian kunci.

Namun diakui sebagaimana dilansir BBC, periode penghitungan kali ini memang memakan waktu yang cukup lama khususnya di negara-negara bagian tertentu. Tak dipungkiri keberadaan pemilu kala pandemi COVID-19 bisa menjadi faktor karena mekanisme dan cara penghitungan harus dengan kebiasaan berdasarkan protokol kesehatan.

Selain itu, lamanya waktu penghitungan Pemilu AS tak lain karena masing-masing negara bagian memiliki cara dan tenggat yang berbeda dalam menyelesaikannya. Jenis suara coblos yang dihitung juga berbeda-beda, sebagai contoh jumlah banyaknya suara lewat pos yang juga tak sama di setiap negara bagian.

Gambaran negara bagian yang masih menjadi peluang battle ground bagi dua pasangan capres AS antara lain Arizona yang memiliki 11 suara elektoral alias elektor. Joe Biden dilaporkan sedikit lagi akan memenangi wilayah ini dengan kontribusi paling besar dari Maricopa County.

Nevada dengan enam elektor. Di Nevada, Joe Biden juga dilaporkan memimpin tipis walau belum seluruhnya surat suara lewat pos dihitung.

Georgia dengan 16 elektor. Di Georgia, Donald Trump dilaporkan memimpin walau marginnya tak besar dengan Joe Biden.

Pennsylvania dengan 20 elektor. Di negara bagian ini, Trump memimpin walau juga dengan margin yang tipis.

Wisconsin dengan 10 elektor dan Michigan 16 elektor. Kebanyakan media AS memproyeksikan bahwa kantung ini akan segera jatuh ke tangan Biden melihat jumlah popular votes-nya yang cukup tinggi. Sekalipun penghitungan belum mendekati 100 persen.

Lantas bagaimana proyeksi kemenangan? Joe Biden akan bisa mendapatkan 270 elektor sebagai syarat menang apabila setidaknya dia sudah fix mendapatkan tambahan Nevada, Arizona, Wisconsin, dan Michigan.

Sementara itu, Trump akan menang setelah mendapatkan Pennsylvania bila ditambah dengan Georgia, North Carolina, Nevada, dan Arizona.

Pemilu AS kali ini termasuk paling bersejarah lantaran diselenggarakan pada saat pandemi COVID-19 yang sudah makan banyak korban jiwa di AS. Selain itu, lebih dari 100 juta orang bahkan sudah memilih di pre-election dan mengirimkan suara mereka lewat pengiriman maupun pos.

Sebelumnya, Joe Biden mengatakan semakin jelas bahwa dia kini makin cukup banyak punya peluang untuk segera memenangi electoral votes atau suara elektoral di Pemilu AS. (art)