Mengawal ketersediaan pangan di Bumi Segantang Lada

·Bacaan 5 menit

Pasar Bintan Center, salah satu pusat perbelanjaan masyarakat untuk membeli kebutuhan sehari-hari di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi lokasi pemantauan 12 bahan pokok oleh Kementerian Pertanian (Kementan), pada Minggu (24/4/2022).

Kegiatan yang dilakukan bertujuan menjamin agar pasokan dan harga pangan tetap stabil dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah/2022 Masehi.

Ini juga akan memberikan efek psikologis kepada masyarakat bahwa Pemerintah hadir untuk menjaga sekaligus mengawal ketersediaan serta keterjangkauan pangan yang cukup dan merata.

Pemantauan tersebut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri dan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian selaku Penanggung Jawab Ketersediaan Pangan Kementan di Provinsi Kepri Bustanul Arifin Caya, menyampaikan dari hasil monitoring di lapangan, ketersediaan dan harga 12 bahan pokok di pasar Bintan Center Tanjungpinang secara umum relatif aman.

Kendati sejumlah komoditas tertentu diprediksi mengalami kenaikan pada H-5 hingga H-3 jelang lebaran, namun kenaikan diklaim tak terlalu signifikan dan masih dalam batas wajar.

12 bahan pokok yang dimaksud meliputi beras, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting dan rawit merah, daging sapi, daging dan telur ayam ras, gula konsumsi, minyak goreng, tepung hingga aneka sayuran.

Bustanul memastikan koordinasi lintas sektor terutama dengan pemerintah daerah akan terus ditingkatkan selama pemantauan bahan pokok berlangsung hingga dua minggu setelah lebaran demi mengantisipasi persoalan-persoalan menyangkut kebutuhan pangan di tengah-tengah masyarakat.

Ia mencontohkan pemerintah daerah dapat segera melaporkan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementan, jika mengalami kendala menyangkut distribusi pangan dari satu daerah ke daerah lain, sehingga dapat langsung ditindaklanjuti dengan mencari solusi yang cepat dan tepat.

Sejauh ini, Kementan memang belum menerima sebarang keluhan dari Pemda Kepri perihal masalah stok maupun harga pangan, sehingga masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan pasokan pangan jelang Lebaran 2022.
Baca juga: Sri Mulyani serukan perlunya mengatasi potensi krisis ketahanan pangan
Baca juga: MPR: Perlu langkah antisipatif hadapi dampak krisis global

Menjaga aksesibilitas

Sebagai daerah dengan letak geografis 96 persen lautan dan 4 persen daratan, Provinsi Kepri memang tidak memiliki potensi pertanian yang memadai, jadi wajar kalau kebutuhan pertanian masyarakat di daerah itu lebih banyak didukung dari luar daerah, mulai dari Sumatera hingga Pulau Jawa.

Oleh karenanya, penting pemerintah daerah memastikan aksesibilitas kebutuhan pokok dari provinsi lain ke Provinsi Kepri berjalan lancar. Begitu pula dengan akses bahan pangan dari pusat ibu kota ke kabupaten/kota se-Provinsi Kepri yang diketahui lebih banyak menggunakan transportasi laut. Selama aksesibilitas bagus, maka pasokan pangan dipastikan tercukupi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri Rika Azmi, menjamin stok kebutuhan pokok di daerah tersebut aman sampai setelah Idul Fitri 2022.

Kenaikan harga sejumlah bahan pokok jelang lebaran memang lumrah terjadi setiap tahunnya, namun setelah lebaran harga pangan akan kembali normal seperti sedia kala.

Ia mengapresiasi pemantauan bahan pokok yang dilakukan Kementan di Provinsi Kepri sejak sebelum bulan Ramadhan 1443 Hijriah. Hal itu berdampak positif terhadap stabilitas bahan pokok, buktinya terjadi penurunan harga pangan pada tahun ini dibanding tahun lalu.

Di sisi lain, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang turut membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk mengawal distribusi, pasokan, hingga harga bahan pokok menyambut lebaran.

Satgas Pangan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dari kepolisian akan menindak tegas apabila ditemukan kecurangan dalam bentuk permainan harga maupun penimbunan bahan pokok masyarakat oleh distributor atau pedagang.

Dinas terkait juga telah memanggil sejumlah peternak hingga distributor daging ayam dan sapi supaya tidak menaikkan harga sesuka hati seiring tingginya permintaan masyarakat pada momen perayaan Idul Fitri.

Mereka juga belum berencana melakukan intervensi pasar, mengingat stok dan harga kebutuhan pokok sampai sejauh ini masih tetap terjaga.
Baca juga: Pemerintah pastikan pasokan pangan mencukupi pada Ramadhan-Idul Fitri
Baca juga: Presiden Jokowi peringatkan perubahan iklim ancam ketahanan pangan

Harga pangan

Harga kebutuhan pokok di pasar Bintan Center Tanjungpinang beberapa hari jelang Idul Fitri mengalami fluktuasi karena beberapa faktor, misalnya pengaruh stok gudang hingga produksi petani/peternak.

Sejumlah komoditas pangan yang terpantau mulai naik, di antaranya daging sapi dari yang biasanya Rp150 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp160 ribu per kilogram, bahkan beberapa hari ke depan diprediksi naik lagi hingga Rp180 ribu per kilogram.

Pedagang sapi, Thamrin menyebut kenaikan dipicu 90 persen warga membeli daging selama Ramadhan dan Lebaran, sementara jeroan atau bagian dalam tubuh sapi itu kurang laku terjual seperti hari-hari biasanya, makanya ia terpaksa menaikkan harga jual daging sapi untuk menutupi harga jeroan yang tidak terserap pasar.

Harga komoditas lainnya, seperti minyak goreng curah masih stabil Rp14 ribu per kilogram, sedangkan minyak kemasan sekitar Rp21 ribu sampai Rp22 ribu per kilogram.

Begitu pula dengan harga beras premium sebesar Rp13,5 per kilogram, beras medium Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram, gula konsumsi Rp12 ribu per kilogram, telur Rp1.700 per butir, tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, dan kacang kedelai Rp14 ribu per kilogram.

Sementara harga cabai relatif naik-turun, cabai merah stabil Rp38 ribu per kilogram, cabai hijau justru naik dari Rp29 ribu per kilogram menjadi Rp42 per kilogram, dan cabai rawit seharga Rp40 ribu per kilogram, namun diprediksi naik dalam lima hari ke depan.

Untuk harga bawang merah turun dari Rp34 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram, tapi bawang putih bertahan Rp30 ribu per kilogram.

Cabai dan bawang paling banyak diminati masyarakat jelang lebaran, sebab mudah diolah untuk dijadikan bumbu masakan ala rumahan. Pedagang menjamin stok dua komoditas tersebut tersebut tersedia sampai lebaran. Cabai dan bawang didatangkan dari Pulau Jawa.

Selanjutnya, harga sayur lokal ikut turun-naik, tergantung faktor cuaca. Sayur kol seharga Rp8 ribu per kilogram, sawi putih Rp13 ribu per kilogram. Berikutnya kentang Rp14 ribu per kilogram, dan tomat naik dari Rp12 ribu jadi Rp18 ribu per kilogram.

Dari penelusuran ANTARA, antusiasme warga berbelanja kebutuhan pokok di pasar Bintan Center sangat tinggi. Ini menandakan sektor ekonomi mulai menggeliat, setelah dua tahun terakhir terseok-seok imbas pandemi COVID-19.

Maka itu, sudah sewajarnya jika pemerintah daerah hingga pusat bersinergi mengawal pasokan dan harga pangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga demi mendorong pemulihan ekonomi, khususnya di "Bumi Segantang Lada" Provinsi Kepri.
Baca juga: Sri Mulyani: KTT ketahanan pangan AS perkuat hadapi krisis

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel