Mengejar vaksinasi "booster" untuk penguat

·Bacaan 6 menit

Vaksinasi penguat (booster) bagi masyarakat sudah mulai diberikan pada seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta Utara sejak Rabu ini.

Adapun syarat untuk mendapat vaksinasi booster pada faskes di Jakarta Utara, calon peserta wajib memiliki tiket elektronik (e-Ticket) pada aplikasi PeduliLindungi.

"Seluruh calon peserta vaksinasi wajib memiliki tiket elektronik yang terdapat pada aplikasi PeduliLindungi untuk dapat dilayani petugas kesehatan," ujar Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim saat meninjau pelaksanaan vaksinasi penguat di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu.

Baca juga: DKI prioritaskan vaksin booster kepada lansia dan kelompok rentan

Ali memastikan vaksinasi penguat bagi masyarakat pada hari pertama berjalan lancar sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

"Sampai jam 12.00 siang tadi sudah lebih dari seratus peserta yang divaksinasi,” kata Ali.

Ali menyarankan, warga yang sudah memiliki tiket elektronik pada menu riwayat dan tiket vaksin aplikasi PeduliLindungi segera mendatangi Puskesmas baik tingkat kecamatan maupun kelurahan terdekat.

Guna mempercepat dan mengantisipasi kepadatan calon peserta, masyarakat dapat mendatangi Sentra Vaksinasi Gelanggang Olah Raga (GOR) Judo dan Stasiun Lintas Rel Terpadu (LRT) yang mulai melayani vaksinasi booster dengan kuota lima ratus peserta per hari mulai Kamis (13/1) besok.

Ali mengimbau kepada seluruh masyarakat, vaksinasi penguat diberikan sebagai upaya penyelamatan dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Mudah-mudahan COVID-19 tidak lagi jadi pandemi, mari semua segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan untuk vaksinasi dengan menunjukkan tiket vaksinasi 'booster' yang terdapat pada aplikasi PeduliLindungi. Kalau sudah tertera tiket elektroniknya silakan datang, tapi kalau belum mohon bersabar menunggu,” ungkap Ali.
​​
Baca juga: Vaksinasi "booster" bagi usia 18 tahun ke atas di DKI capai 8 juta

Secara teknis, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Utara dr Yudi Dimyati menerangkan terdapat tiga jenis vaksinasi booster di Jakarta Utara yakni AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna.

Apabila jenis vaksinasi pertama dan kedua peserta vaksinasi booster adalah Sinovac, maka calon peserta mendapatkan jenis vaksinasi booster jenis AstraZeneca atau Pfizer, sedangkan apabila jenis vaksinasi pertama dan kedua AstraZeneca maka diberikan vaksinasi booster jenis Moderna.

“Dosis yang diberikan pada vaksinasi booster ini setengah dari dosis pertama dan kedua. Kami pastikan ketersediaan jenis vaksin cukup untuk melayani masyarakat di Jakarta Utara,” ucap Yudi.

Dominan Lansia

Sekitar 130 peserta tercatat menjalani vaksinasi booster pada hari pertama di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu hingga Pukul 12.00 WIB. Mayoritas peserta vaksinasi booster didominasi warga kategori lanjut usia (lansia).

Baca juga: Puskesmas Kramat Jati jadi percontohan pelaksanaan vaksinasi booster

“Kalau saya lihat hari pertama vaksinasi booster mayoritas lansia,” ucap Ali.

Ali menerangkan, seluruh perangkat kota mulai tingkat kota, kecamatan, kelurahan, kader kemasyarakatan maupun Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) masif mensosialisasikan adanya pelaksanaan vaksinasi booster di Jakarta Utara.

Tentunya, warga yang dapat divaksinasi apabila telah memiliki tiket elektronik atau e-ticket pada menu riwayat dan tiket vaksin aplikasi PeduliLindungi.

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim meninjau pelaksanaan vaksinasi booster kepada masyarakat di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (12/1/2022). (ANTARA/ HO-Kominfotik Jakarta Utara)
Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim meninjau pelaksanaan vaksinasi booster kepada masyarakat di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (12/1/2022). (ANTARA/ HO-Kominfotik Jakarta Utara)


“Hari ini semua pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) membuka pelayanan vaksinasi booster. Perangkat tingkat kota, camat, lurah, kader kemasyarakatan hingga tingkat RT RW menghimbau vaksinasi booster ini ke masyarakat agar segera divaksin apabila sudah tertera tiket vaksinasi booster di aplikasi PeduliLindungi,” jelasnya.

Seorang lansia dari RW 07 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Andi (72) menyadari pentingnya vaksinasi booster sebagai upaya penyelamatan dari pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Terlebih dirinya yang kerap ke luar kota, vaksinasi booster menjadikannya percaya diri agar terhindar dari penyebaran COVID-19.

Baca juga: Puskesmas di Jakarta mulai buka vaksinasi "booster"

“Saya dapat informasi vaksinasi booster dari pengurus RW di lingkungan rumah dan ternyata sudah ada tiket vaksinasi di aplikasi PeduliLindungi. Ini saya ikut vaksinasi booster karena kemauan sendiri karena saya yakin dengan adanya vaksinasi ini membuat saya percaya diri agar terhindar dari COVID-19,” tutur Andi.

Senada dengan Lani (60) warga Kelapa Gading yang menyatakan lebih tenang dengan adanya vaksinasi booster.

"Karena biar aman saja, terasa saya kalau sudah vaksin itu lebih aman, lebih tenang," kata Lani.

Lani mengetahui adanya vaksin booster di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading karena kebetulan lagi melihat-lihat aplikasi PeduliLindungi.

"Saya lagi lihat-lihat PeduliLindungi, ternyata bisa vaksin jadwalnya saya mulai hari ini. Padahal saya sudah vaksin kedua," ujar Lani.
​​​​​
Baca juga: DKI kemarin, vaksinasi "booster" hingga Ahok masuk bursa Cagub DKI

Ia memperkirakan jadwal vaksinasi itu untuk booster, Lani pun segera mengecek ke lokasi yang tertera pada e-ticket PeduliLindungi tersebut. Lani mengatakan tidak ada kesulitan untuk mengakses vaksinasi booster.

"Asal (kita punya sertifikat vaksin yang ke-1 dan 2 saja," kata Lani.

Lani pun mengikuti proses vaksinasi tersebut. ia mengaku dulu divaksin pakai Sinovac, kali ini diarahkan oleh petugas untuk vaksin dengan AstraZeneca.

Pemprov DKI Jakarta mencatat sasaran vaksinasi dosis ketiga atau booster di Ibu Kota untuk usia di atas 18 tahun ke atas mencapai sekitar delapan juta orang.

"Vaksinasi booster untuk usia 18 tahun ke atas dengan prioritas lansia dan warga dengan komorbid," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti.
​​
Baca juga: DKI kerja keras persiapkan vaksinasi "booster"

Target Jakarta

Saat ini, distribusi vaksin untuk booster di Jakarta masih terus dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan sasaran sebanyak delapan juta orang.

Tenaga kesehatan mengarahkan warga untuk ke ruang observasi usai vaksin COVID-19 dosis ketiga pada vaksinasi COVID-19 penguat (booster) di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Pemerintah memulai program vaksinasi COVID-19 penguat secara gratis kepada masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas dengan kelompok prioritas penerima vaksin adalah orang lanjut usia (lansia) dan penderita imunodefisiensi (melemahnya sistem imun). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
Tenaga kesehatan mengarahkan warga untuk ke ruang observasi usai vaksin COVID-19 dosis ketiga pada vaksinasi COVID-19 penguat (booster) di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Pemerintah memulai program vaksinasi COVID-19 penguat secara gratis kepada masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas dengan kelompok prioritas penerima vaksin adalah orang lanjut usia (lansia) dan penderita imunodefisiensi (melemahnya sistem imun). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

"Jadi hari pertama ini kami memanfaatkan vaksin yang sudah ada di fasilitas pemerintah terutama di Puskesmas dulu sambil kami terus berproses," imbuh Widyastuti.

Tak hanya di Puskesmas, fasilitas kesehatan juga termasuk yang dikelola TNI dan Polri termasuk kolaborator dalam mendukung vaksinasi.

Widyastuti menambahkan puskesmas di tingkat kecamatan saat ini sudah siap menerima vaksinasi booster meski dengan kuota terbatas dan jam operasional berbeda di antara puskesmas yang lain.
​​
Baca juga: DKI siapkan seluruh Puskesmas layani vaksinasi ketiga

Pelaksanaan vaksinasi booster tersebut juga disesuaikan dengan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dan vaksinasi masyarakat umum lainnya.

"Untuk distribusi sampai ke titik kan tidak serta merta mendapatkan dengan jumlah tingkat sasaran kalau kami hitung dari jumlah usia 18 tahun ke atas sekitar delapan juta," ucapnya.

Pemerintah mensyaratkan warga yang menerima vaksin booster harus sudah menerima dosis kedua/lengkap minimal enam bulan sebelumnya.

"Dosis 'booster' bagi lansia dapat dimulai di seluruh kabupaten/kota. Sedangkan bagi non-lansia, di kabupaten/kota yang sudah mencapai 70 persen dosis satu total dan 60 persen dosis satu lansia," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati.

Yudi menegaskan, seluruh faskes yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi akan dilibatkan kembali dalam pemberian vaksinasi penguat secara gratis.

"Kita usahakan seluruh faskes yang sebelumnya melayani vaksinasi usia 18+ dapat membantu lagi memberikan layanan vaksinasi booster secara gratis," tegas Yudi.

Baca juga: DKI siapkan seluruh Puskesmas layani vaksinasi ketiga

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel