Mengejutkan, 6 Wanita Ungkap Pengalaman Pahit Jadi Pelakor

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menjadi wanita lain, atau kini lebih populer disebut pelakor, dalam sebuah hubungan menciptakan dimensi yang tak pernah diketahui banyak orang. Tapi, seringkali banyak wanita yang masuk ke dalam situasi ini tidak menyadari bahwa ada pasangan dalam kehidupan si pria.

Para wanita yang berada dalam situasi itu bisa merasa senang atau kecewa. Enam wanita di bawah ini pun mengungkap seperti apa rasanya menjadi pelakor dalam hubungan seseorang seperti dikutip dari laman Times of India.

Dia tidak akan meninggalkan istrinya

"Aku selalu dengan bodoh mengharapkan dia akan meninggalkan istrinya demi aku. Apalagi, kami menghabiskan banyak waktu bersama daripada yang dia habisan di rumah dengan istrinya. Tidak butuh waktu lama untukku menyadari bahwa pria yang berselingkuh tidak akan pernah meninggalkan istrinya." Samiksha, 29 tahun.

Kaget menjadi wanita kedua

"Aku tidak pernah berpikir kalau pria yang aku kencani sudah menikah. Aku bahkan tidak pernah menemukan petunjuk soal itu! Satu hari, seorang wanita, di usia akhir 30-an, mendatangiku di kantor, memintaku untuk jangan berbicara lagi dengan suaminya. Aku tidak hanya merasa malu, tapi ini membuatku semakin sulit mempercayai siapapun." Rekha, 31 tahun.

Tidak pernah jadi prioritas utama

"Dia sering ingkar janji, bahkan tak jarang tidak menghargaiku. Aku menyadari dia hanya akan datang kepadaku ketika dia bebas dan pada akhirnya aku menghabiskan waktuku dengan kesepian. Aku berpikir segalanya akan lebih baik, cintaku akan mengubahnya. Tapi, itu hanya sampai aku mengetahui kalau dia sudah menikah dan aku harus menjadi wanita lain. Aku tidak akan pernah melupakan sikap merendahkannya." Aditi, 27 tahun.

Lebih sering memikirkan dia

"Itu sesuatu yang memang akan terjadi. Aku mencintainya dan tidak ingin melepaskannya. Kami terus berkencan bahkan setelah dia menikah, hanya untuk menerima kenyataan pahit bahwa cintanya perlahan memudar dan pikiran semakin aneh, memikirkan dia. Aku perlahan menghancurkan diriku." Tanisha, 28 tahun.

Selalu berakhir dengan keintiman fisik

"Kami selalu menghabiskan waktu dengan berhubungan seks. Jarang kami pergi keluar atau berkencan atau sekadar minum kopi. Karenanya, dia hanya tidur denganku untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak bisa dipenuhi istrinya. Aku merasa seperti kecanduan dengan semua itu, hingga aku tahu aku harus menghentikan semua ini." Vibhuti, 35 tahun.

Menjadi kambing hitam

"Pada akhirnya, aku yang harus menanggung semua kesalahan atas perselingkuhan ini. Semua orang menyalahkan wanita selingkuhannya karena merusak pernikahan. Jadi, ketika perselingkuhan kami ketahuan, istri pasanganku hanya menyalahkanku karena semuanya. Dia bahkan tidak memarahi suaminya. Aku benar-benar kehilangan kepercayaanku pada semuanya dan aku tahu, itu juga kesalahanku." Naina, 30 tahun.