Mengejutkan, Ini Isi Email Pertama Elon Musk ke Karyawan Twitter

Merdeka.com - Merdeka.com - Email pertama dari pemilik baru Twitter, Elon Musk menjadi sorotan berbagai media lokal maupun internasional. Isinya, Elon Musk melarang karyawan kerja jarak jauh di Perusahaan Twitter.

Dalam email tersebut, Elon Musk memperingatkan bahwa platform media sosial membutuhkan kerja intensif di kantor untuk membalikkan nasibnya.

"Jalan di depan sulit dan akan membutuhkan kerja keras untuk berhasil. Kita mengubah kebijakan Twitter sehingga pekerjaan jarak jauh tidak lagi diizinkan, kecuali Anda memiliki pengecualian khusus," tulisnya dalam email seluruh perusahaan yang dikirim ke karyawan pada Kamis lalu dikutip dari laman FT.com di Jakarta, Sabtu (12/11).

Dia menegaska, karyawan harus berada di kantor minimal 40 jam per minggu, kecuali bagi mereka yang secara fisik tidak dapat melakukan perjalanan atau dengan kewajiban pribadi yang kritis. Demikian menurut email tersebut.

Elon Musk menambahkan bahwa dia akan meninjau dan menyetujui pengecualian apa pun terhadap kebijakan itu sendiri, menginstruksikan manajer untuk menyusun daftar staf yang ingin melanjutkan pekerjaan jarak jauh.

Kebijakan baru di Twitter sesuai dengan tuntutan Elon Musk di perusahaan lain yang dia kelolanya, Tesla, di mana pada bulan Juni dia bersikeras bahwa staf harus bekerja setidaknya 40 jam seminggu di kantor atau mencari pekerjaan baru.

Pangkas Pekerja

Penghentian kerja jarak jauh ini terjadi seminggu setelah Musk memangkas sekitar setengah dari 7.500 tenaga kerja perusahaan.

Bahkan saat ini beberapa pemimpin senior juga telah meninggalkan perusahaan dan meningkatkan kekhawatiran atas keamanan data dan kepatuhan terhadap aturan privasi. Terutama mengingat rencana Musk dalam mempercepat peluncuran berbagai fitur barunya.

Pekan lalu, Elon Musk memperingatkan bahwa platform tersebut telah mengalami penurunan besar-besaran dalam pendapatan sejak pengambil alihannya selesai.

Sehingga, Elon Musk juga telah meminta staf untuk bekerja sepanjang waktu pada produk baru, termasuk biaya berlangganan bagi pengguna untuk mendapatkan akses ke centang biru di profil mereka serta fitur seperti tombol edit.

Aturan kantor baru Twitter membuatnya bertentangan dengan saingan media sosialnya, yang semuanya memiliki pekerjaan yang fleksibel.

Di TikTok, staf diminta untuk kembali ke kantor setidaknya dua hari seminggu sejak September tahun ini, sementara Meta, yang memiliki Facebook dan Instagram, telah mendorong kerja jarak jauh, dengan beberapa eksekutif puncak berbasis jauh dari kantor pusat perusahaan.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [idr]