Mengejutkan, Ini Kesaksian Kapten Tanker Iran Usai Tiba Venezuela

Radhitya Andriansyah

VIVA – Dua dari lima kapal tanker Iran yang membawa jutaan barel minyak sudah berhasil sampai di Venezuela. Kapal-kapal tanker ini kabarnya sempat mendapat intimidasi dari sejumlah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang dikerahkan untuk menghadangnya.

Kapal tanker Iran yang pertama tiba di Venezuela adalah Fortune, pada Senin 24 Mei 2020. Hanya berselang kurang dari sehari, kapal tanker lainnya, Forest, juga berhasil masuk ke wilayah perairan negara Amerika Latin itu.

Saat kedua tanker ini memasuki teritori Venezuela, kapal perang Yekuna PO-13 pun dikerahkan Angkatan Bersenjata Republik Bolivarian (FANB) untuk melakukan pengawalan, baik saat Fortune dan Forest masuk.

Dalam berita sebelumnya, pihak Kedutaan Besar Iran untuk Venezuela yang berbasis di Caracas dan pemerintah Venezuela sendiri menyebut bahwa kapal-kapal tanker Iran itu sempat mendapat intimidasi dari kapal perang AS. 

Akan tetapi, secara mengejutkan, kapten kapal Fortune yang tak disebutkan namanya, justru membantah kabar ada intimidasi terhadap kapalnya. Diungkap sang kapten kapal, selama perjalanan yang menempuh jarak 14.000 kilometer tak ada satu pun kejadian yang menurutnya luar biasa.

"Kami berlayar melalui Terusan Suez, Laut Mediterania, Selat Gibraltar, Samudra Atlantik, dan Laut Karibia. Kami memasuki perairan zona ekonomi Venezuela pada hari Minggu malam, dan saya dapat mengatakan bahwa kami tidak mengalami pelecehan apapun," ujar kapten kapal tanker Fortune dikutip Al-Masdar News.

Pada pertengahan Mei lalu, Angkatan Laut AS (US Navy) mengerahkan empat kapal perangnya. Keempat kapal perusak yang dikirim AS adalah USS Detroit, USS Lassen, USS Preble, dan USS Farragfurt. Pengerahan kapal perang ini disinyalir adalah untuk menghadang lima kapal tanker Iran yang tengah menuju Venezuela.

Meski demikian, pihak Komando dan Armada ke-4 Angkatan Laut AS berdalih bahwa pengiriman empat kapal perang ke peraitan Kepulauan Karibia adalah untuk operasi anti-narkotika.