Mengejutkan! Miliarder Elon Musk Mengaku Benci dengan Posisinya Sebagai CEO Tesla

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kabar mengejutkan diungkapkan salah satu orang terkaya dunia Elon Musk. Miliarder ini mengaku membenci posisinya sebagai CEO Tesla.

Bahkan Elon Musk berkata lebih suka menghabiskan waktu untuk desain dan engineering. "Saya membencinya dan saya lebih suka menghabiskan waktu saya untuk desain dan rekayasa," katanya kepada pengadilan AS, seperti melansir dari BBC, Selasa (13/7/2021).

Saat ini, dia harus menghadapi pengadilan dengan tuduhan telah menekan anggota dewan untuk mengakuisisi perusahaan panel surya, SolarCity, senilai USD 2,6 miliar (Rp 37,6 triliun).

Para pemegang saham mengklaim bahwa uang tersebut terbuang sia-sia. Elon Musk diketahui memiliki 22 persen saham di Tesla dan SolarCity pada saat kesepakatan berlangsung.

“Itu adalah transaksi saham-untuk-saham dan saya memiliki persentase yang sama dari keduanya, tidak ada keuntungan finansial di sini,” jelas dia.

Elon Musk membantah telah menekan anggota dewan. Ia menganggap bahwa akuisisi ini menjadi bagian dari rencana induk untuk menciptakan kendaraan yang lebih terjangkau dengan energi alternatif.

Elon Musk Membantah

Elon Musk (kanan) berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). Elon Musk terancam denda USD 2 miliar atau sekitar Rp 29 triliun (asumsi Rp 14.502 per dolar Amerika Serikat). (AP Photo/Matt Rourke)
Elon Musk (kanan) berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). Elon Musk terancam denda USD 2 miliar atau sekitar Rp 29 triliun (asumsi Rp 14.502 per dolar Amerika Serikat). (AP Photo/Matt Rourke)

Pemegang saham yang mengajukan kasus ini ke dalam pengadilan meminta Musk untuk membayar kembali Tesla sebesar USD 2,6 miliar (Rp 37,6 triliun). Seorang analis Wedbush Securities, Dan Ives, mengatakan bahwa investor akan melihat kasus ini dengan cermat.

Kasus tersebut tidak memengaruhi saham Tesla. Peningkatan saham terjadi sebesar 4 persen pada hari Senin lalu.

Persidangan diperkirakan akan berlangsung sekitar dua minggu. Pengacara pemegang saham, Randall Baron memperingatkan kasus ini akan menjadi sebuah gertakan tersendiri.

Reporter: Shania

Saksikan Video Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel