Mengejutkan, Persipura Resmi Lepas Boaz dan Yustinus Pae

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kabar mengejutkan datang dari Persipura Jayapura. Klub dengan julukan Mutiara Hitam ini melepas dua bintangnya, Boaz Solossa dan Yustinus Pae, apa ya alasannya?

Nama Boaz dan Yustinus ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir karena tidak kunjung bergabung dalam pemusatan latihan Persipura di Batu, Malang dalam rangka persiapan menatap Liga 1 dan Piala AFC 2021.

Pihak manajemen klub enggan memberikan penjelasan, dan memunculkan spekulasi. Kini kabar mengagetkan muncul. Persipura memutuskan untuk melepasnya.

Kabar ini diketahui melalui informasi di media sosial Persipura pada Senin malam WIB 5 Juli 2021. Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano mengatakan bahwa pihak klub melepasnya karena alasan tindakan indisipliner.

Tidak disebutkan secara terperinci soal tindakan indisipliner tersebut. Kini Boaz dan Yustinus dilaporkan sudah dipulangkan.

Dalam rilis yang diterima VIVA, Benhur menyebut ada tindakan yang membuat manajemen geram. Hal indisipliner kerap dilakukan pemain dengan julukan Bochi ini sudah dalam kurun waktu yang cukup lama.

"Pertama saya mau sampaikan bahwa, secara pribadi kami tidak punya masalah apapun dengan Bochi (julukan Boaz) maupun Tipa (julukan Yustinus Pae), mereka adalah anak-anak kami dan adik-adik kami, ini murni kebijakan Manajemen dan masukan para Pelatih, atas pelanggaran atau tindakan indisipliner," kata Benhur dalam rilisnya.

Tak mau isu semakin liar, pihak manajemen memutuskan untuk mengeluarkan penjelasan. Sikap dua pemain ini di dalam dianggap sudah melampaui batas.

"Sebenarnya kami rencanakan meeting hari Selasa besok, tetapi isu yang beredar makin melebar dan dipenuhi tuduhan-tuduhan tanpa dasar kepada manajemen, oleh karena itu kami berusaha percepat malam ini untuk penjelasan dan keputusan manajemen," lanjut dia.

"Ya benar, para pemain atau ofisial yang berada dan pernah berada di tim ini pasti tahu itu, silahkan tanyakan saja kalau kami dianggap berbohong, hampir setiap tahun hal ini terjadi, berlangsung terus menerus, dan kami selalu sabar serta mentolerir pelanggaran mereka itu, apakah kami tidak hargai mereka ? Kami terlalu sayang, terlalu hormat, dan terlalu menghargai mereka, sampai kami rela disindir oleh pihak lain karena dianggap 'terlalu lemah' sama mereka, tetapi kami tetap sabar dan itu karena kami hormati mereka, kami terus menunggu mereka berubah," tambahnya.

"Dimulai dari kejadian di Kediri waktu pencoretan salah satu pemain muda dan sanksi kepada 2 pemain muda lainnya, saat itu Tim Pelatih memanggil 4 pemain senior (Boaz, Tinus, Ian, Ricardo) dan meminta tanggapan mereka terkait hal indisipliner tersebut, mereka berempat sepakat untuk sanksi atas pelanggaran indisipliner, sayangnya baru beberapa hari kemudian mereka melakukan pelanggaran yang sama," lanjutnya.

Kabar ini sangat mengejutkan sebab Boaz dan Pae sendiri diketahui merupakan legenda hidup milik Mutiara Hitam. Tak usah diragukan, Boaz merupakan pemain yang telah membantu Persipura mempersembahkan beberapa gelar bergengsi untuk klub seperti lima gelar Liga Indonesia hingga Indonesia Soccer Championship (ISC) A.

Kesetiannya kepada Persipura juga terbilang tinggi. Mereka sudah lebih dari 10 tahun membela Persipura.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel