Mengembalikan Kejayaan Waduk Jurang Kuping Surabaya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya- Di masa perekonomian yang belum sepenuhnya normal akibat dampak pandemi Covid-19, sejumlah warga masih menaruh asa di destinasi wisata alam waduk Jurang Kuping yang berlokasi di Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Beberapa warga yang datang sendiri ataupun bersama keluarga, nampak bersabar menanti ikan yang menyangkut di kail pancingnya. Dengan raut wajah ceria dan semangat, mereka yakin bisa memperoleh ikan sehinga bisa melalui masa-masa sulit pandemi Covid-19.

"Kalau akhir pekan dan hari libur, saya dan anak saya suka ikut suami mancing di sini karena sekalian cuci mata. Udara di sini juga masih segar dan lingkungannya asri," ujar Utami, warga Rejosari Jurang Kuping saat berbincang dengan Liputan6.com, Minggu (8/11/2020).

Utami mengaku wisata alam waduk Jurang Kuping Surabaya ini sangat menguntungkan dari segi jarak yang dekat dengan rumahnya serta tidak ada biaya masuk alias gratis di destinasi wisata desa ini.

"Senang wisata di sini mas, untuk menghibur anak-anak supaya tidak jenuh di rumah. Kalau ke mal takut karena masih ada pandemi dan uang belanjanya bisa ditabung dulu saja," ucapnya.

Utami berharap, destinasi wisata alam waduk yang berbentuk kuping atau telinga manusia ini bisa kembali mencapai kejayaannya sebagai jujukan untuk wisata desa seperti era 80-an.

"Saya juga berharap, tempat wisata ini dikasih wahana atau permainan untuk anak-anak dan jalannya diperbaiki karena ada sebagian yang rusak," ujarnya.

Sementara, Mariono, warga setempat, yang sekaligus pemilik salah satu warung di wisata alam waduk Jurang Kuping ini juga mengaku sering memanfaatkan waktu luang untuk memancing.

"Di warung, kami menyediakan masakan ikan hasil mancing dan nasi pecel. Tetapi karena ada corona makanya pengunjungnya sepi dan warung-warung di sini sebagian buka dan lainnya pada tutup," ucap Mariono.

Mariono mengungkapkan, dalam sehari cuma ada satu hingga dua pengunjung yang berasal dari luar kota Surabaya datang ke wisata alam waduk Jurang Kuping ini.

"Sedangkan warga setempat, sedikit lebih banyak dari pengunjung luar kota yang datang ke sini untuk mancing dan makan di warung," ujarnya.

Mariono menjelaskan bahwa di destinasi wisata desa ini juga tersedia area untuk camping. Sebelum ada corona, pengunjung biasanya menghabiskan waktu untuk mancing, bermain outbound dan acara di area camping.

"Karena adanya corona, maka area camping di tutup sementara. Makanya di Jurang Kuping Surabaya sepi, terkena dampak corona hampir satu tahun ini," ucapnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: