Mengenal 2 Pemain Asing Arema di Liga 1: Wajah Baru Renshi Yamaguchi dan Adilson Maringa

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Malang - Arema FC punya dua amunisi baru yang diperkenalkan Rabu (23/6/2021), yakni gelandang Ranshi Ramaguchi dan kiper Adilson Maringa. Keduanya jadi direkrut untuk slot pemain asing Liga 1 2021/2022.

Setelah dua nama itu, tim berjulukan Singo Edan ini masih punya dua slot pemain asing lain. Di posisi stoper dan striker. Tapi identitasnya masih belum dirilis Arema.

Kendati demikian, kehadiran Renshi dan Adilson sudah membuat banyak pihak penasaran. Dua pemain ini belum pernah merasakan atmosfer sepak bola Indonesia. Artinya, mereka pemain asing yang masih segar. Belum bisa diketahui seperti apa performanya nanti.

Di satu sisi, ini jadi nilai lebih. Karena lawan tidak bisa memprediksi kelebihan mereka. Tapi, bisa juga jadi faktor negatif. Renshi dan Adilson masih butuh waktu untuk adaptasi dengan Arema dan kompetisi Indonesia.

jika melihat proses perekrutannya, mereka punya kualitas mumpuni. Pelatih Arema, Eduardo Almeida sudah mengamati secara detail sepak terjang mereka.

Almeida pernah bekerja sama dengan Renshi di klub Thailand, Ubon FC. Sedangkan Adilson, permainannya sudah diketahui karena bermain kompetisi negaranya, klub kasta kedua Portugal, Vilafranquense. Jadi, sang pelatih sudah paham seperti apa kelebihan mereka yang bisa dimaksimalkan untuk Singo Edan.

Bola.com merangkum seperti apa statistik dua pemain itu sebelum gabung Arema FC. Berikut ulasannya.

Renshi Yamaguchi

Gelandang asing Arema FC, Renshi Yamaguchi, langsung digeber untuk meningkatkan kondisi fisiknya dalam latihan bersama skuad Singo Edan di Stadion Gajayana, Malang, Kamis (24/6/2021) sore WIB. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Gelandang asing Arema FC, Renshi Yamaguchi, langsung digeber untuk meningkatkan kondisi fisiknya dalam latihan bersama skuad Singo Edan di Stadion Gajayana, Malang, Kamis (24/6/2021) sore WIB. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Gelandang berusia 28 tahun asal Jepang ini memang baru pertama berkarier di Indonesia. Tapi, dia sudah punya modal mengatasi problem adaptasi. Renshi sebelumnya sudah berkiprah di Thailand, Laos, dan Singapura. Jadi, kultur sepak bola Asia Tenggara sudah dipahaminya.

Justru saat bermain di Jepang, dia belum merasakan kompetisi kasta tertinggi. dia berasal dari tim kampus, Hosei University. Setelah itu dia melanjutkan karirnya di Liga Singapura bersama Hougang United tahun 2014.

Setiap musim, Renshi berpindah klub. Setelah dari Singapura, dia ke Laos membela Lao Toyota. Tahun 2018, dia merintis kariernya di Thailand. Hanya saja dia berkiprah di kasta kedua bersama Ubon United, Ayutthaya United, dan terakhir Lampang FC.

Di Arema, dia ditugaskan sebagai gelandang bertahan. Itu memang posisi aslinya. Renshi bakal mengisi pos yang ditinggalkan kapten Arema FC musim lalu, Hendro Siswanto.

Dalam sesi latihan dengan Arema, dia banyak dilibatkan dalam sistem pertahanan. Dia punya insting bagus untuk intersep lawan. Tinggal bagaimana dia berkolaborasi dengan pemain lain di lini tengah.

Sementara dari segi stamina, biasanya pemain Jepang punya kelebihan. Tapi, sekarang dia butuh waktu untuk mengembalikan fisiknya. Jika dia sudah mencapai kondisi terbaik, diprediksi cara bermainnya mirip dengan Hendro Siswanto.

Adilson Maringa

Kiper anyar Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Kiper anyar Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Kiper berusia 30 tahun ini sebenarnya bukan opsi pertama yang ingin direkrut oleh Arema FC. Presiden klub, Gilang Widya Pramana sempat memberikan clue jika kiper bidikannya adalah eks pemain Villareal, Spanyol.

Tapi, bukan berarti ekspektasi Arema FC kepada Adilson turun. Kiper kelahiran Brasil itu tetap diharapkan jadi sosok tangguh dibawah mistar.

Sejak Arema kehilangan Kurnia Meiga pada 2017 karena sakit, posisi kiper masih sering jadi sorotan. Beberapa kiper dengan bakat bagus sudah dicoba, mulai Utam Rusdiana, Kartika Ajie hingga Teguh Amiruddin. Tap,i jalan pintas dengan mendatangkan kiper asing jadi tanda jika Singo Edan belum percaya diri dengan kiper lokal yang ada.

Jika melihat aksinya dalam latihan beberapa hari ini, Adilson cukup menjanjikan. Postur setinggi 194 sangat ideal berada dibawah mistar. Jangkauan tangannya untuk menepis bola sangat bagus. Namun, itu baru dalam sesi latihan. Permainannya di Arema baru bisa dilihat saat terjun di Piala Wali Kota Solo, yang rencananya diputar 29 Juni mendatang.

Dari pengalamannya, dia sempat main di beberapa klub kasta rendah di Brasil. Seperti Rondonopolis, Formosa-GO, SE Gama, dan Mogi Mirim. Setelah itu dia merantau ke Portugal sejak 2017 silam.

Dia berkiprah di kasta kedua bersama Pinhalnovense, Desportivo Aves, Biera-Mar, dan terakhir Vilafranquense. Meski main di kasta kedua Portugal, level kompetisinya bisa dibilang sudah lebih baik ketimbang Indonesia.

“Kami sudah berdiskusi dengan semua untuk menentukan kiper asing. Pelatih dan manajemen. Pilihan kami tentu yang terbaik dari opsi pemain yang ada,” jelas pelatih kiper Arema, Felipe Americo.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel