Mengenal 3 Produk WhatsApp untuk Konsumen hingga Pelaku Usaha

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi membuat banyak orang menjalankan aktivitas sehari-hari melalui internet. Belajar, bekerja, berinteraksi, sampai belanja dan menjalankan bisnis dengan bantuan aplikasi seperti WhatsApp.

Tidak hanya sebagai aplikasi pesan untuk terhubung dengan keluarga, teman, hingga kolega, WhatsApp juga menjadi tempat bertumbuhnya berbagai skala bisnis, dari UMKM hingga perusahaan besar.

Yuk kenali tiga produk WhatsApp yang masing-masing memiliki pengguna dan fungsi berbeda satu sama lain. Berikut informasinya dikutip dari keterangan resmi WhatsApp.

1. WhatsApp

Semua orang pasti sudah tahu aplikasi WhatsApp. Aplikasi chatting yang bisa diunduh gratis di toko aplikasi ini dirancang untuk bertukar pesan antar individu dengan aman.

Pasalnya, ketika pengguna mengirim pesan WhatsApp ke pengguna lain, semua panggilan, teks, foto, pesan suara, hingga lokasi semuanya dilindungi enkripsi end-to-end.

WhatsApp mengklaim, dengan teknologi ini, pesan yang dikirimkan antar pengguna otomatis "teracak" dan hanya bisa "dipecahkan" oleh ponsel milik penerima pesan yang dituju.

WhatsApp memastikan, tidak ada pihak di luar char yang bisa membaca pesan yang dikirimkan, termasuk WhatsApp dan Facebook.

2. WhatsApp Business

WhatsApp Business menghadirkan tombol pembelian langsung dari chat (Foto: WhatsApp)
WhatsApp Business menghadirkan tombol pembelian langsung dari chat (Foto: WhatsApp)

Makin banyaknya pengguna yang menghubungi pelaku usaha atau bisnis melalui WhatsApp membuat perusahaan menghadirkan produk WhatsApp Business.

WhatsApp Business merupakan aplikasi gratis yang ditujukan untuk para pelaku UMKM (bisnis kecil). Aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur yang mempermudah perpesanan bisnis dengan pelanggan.

Saat pengguna mengirim pesan ke akun WhatsApp Business, mereka bisa langsung mendapatkan sapaan yang terkirim secara otomatis. Pengirim pesan juga bisa melihat profil usaha serta katalog produk pada sisi kanan atas chat.

Ketika melihat produk yang disukai, konsumen juga bisa menempatkan produk tersebut ke cart dan mengirimkannya sebagai pesan langsung di dalam chat.

WhatsApp memastikan, percakapan pengguna dengan akun WhatsApp Business akan tetap terenkripsi end-to-end dan tidak bisa diintip oleh siapa pun kecuali pengirim pesan dan pemilik bisnis.

Banyak pula bisnis kecil yang memasang iklan di Facebook dan Instagram dengan menampilkan sebuah tombol yang dapat diklik untuk terhubung langsung ke WhatsApp.

Layaknya iklan Facebook pada umumnya, ketika pengguna memilih untuk mengklik iklan-iklan ini, pilihan tersebut dapat mempengaruhi personalisasi iklan yang dilihat. Namun, WhatsApp dan Facebook mengklaim tetap tidak dapat melihat konten dari semua pesan yang terenkripsi.

3. WhatsApp Business API

WhatsApp Business API, layanan antarmuka pemrograman WhatsApp untuk bisnis berskala besar (Foto: WhatsApp)
WhatsApp Business API, layanan antarmuka pemrograman WhatsApp untuk bisnis berskala besar (Foto: WhatsApp)

WhatsApp Business API merupakan produk WhatsApp yang dirancang untuk bisnis skala besar dengan tim layanan pelanggan. Berbeda dengan WhatsApp dan WhatsApp Business, WhatsApp Business API merupakan produk berbayar.

Contohnya adalah akun WhatsApp resmi milik operator seluler Indosat Ooredoo.

Produk ini merupakan pemrograman antarmuka berbayar yang digunakan oleh bisnis untuk mengelola layanan pelanggan dalam skala besar melalui WhatsApp.

Ada pun bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API adalah bisnis yang perlu menampung ribuan pesan yang mereka kirim dan terima setiap harinya. Dalam hal ini, bisnis dapat melakukan pengiriman/ tanggapan sendiri atau melalui jasa pihak ketiga.

Lewat layanan ini pula, para pengguna WhatsApp Business API juga akan memiliki opsi untuk menggunakan Facebook Hosting Service.

WhatsApp akan memberi tahu ketika pengguna mulai berkomunikasi dengan akun yang memakai pihak ketiga untuk hosting API. Pengguna pun bisa memilih untuk melanjutkan interaksi atau tidak.

Jika pengguna memilih untuk tetap berinteraksi, meski pengguna tidak melihat label end-to-end encryption, pesan pengguna tetap terenkripsi secara otomatis saat dikirimkan ke pihak penerima. WhatsApp mengklaim, pihaknya dan Facebook tidak dapat membaca atau menggunakannya untuk beriklan.

Satu-satunya perbedaan adalah pesan pengguna mungkin disimpan dan dikelola melalui server pihak ketiga. Secara teori, hal ini mirip ketika pengguna menyimpan cadangan percakapan menggunakan jasa cloud yang kemudian tidak lagi dianggap terenkripsi secara end-to-end.

(Tin/Isk)